Joomla! Logo Competition

Tech Talk No Comments »

Salah satu CMS yang paling populer (aku juga pernah make beberapa kali) yang bernama Mambo kini berganti nama menjadi Joomla! Err.. tepatnya aku juga nggak tahu apakah memang berganti nama atau terjadi hal-hal lain yang menyebabkan terjadi dua kubu pengembangan seperti ini. Kalau menurut kabar sih denger-denger karena masalah copyright, mereka tidak bisa lagi bernaung dibawah nama Mambo, maka mereka menggunakan nama baru dan komunitas baru pula. Cerita selengkapnya bisa dilihat di sini. Namun kayaknya memang komunitas asli dari Mambo kini beralih ke Joomla! Soalnya diforumnya juga ketemunya orang-orang itu juga sih.

Nah karena baru saja nongol, Joomla ini mengadakan kompetisi desain logo. Para pesertanya juga komunitasnya sendiri aja, nggak ada hadiah-hadiah khusus atau semacamnya gitu. Namun ternyata pesertanya wau… buanyak banget.. Nah aku jadi tertarik ikut. Maka kemarin selama jam terakhir sebelum pulang kerja aku membuat logo Joomla! juga kemudian aku ikutkan, soalnya batas waktu penyampaian karyanya juga tinggal hitungan jam saja! Sekarang dah ditutup lombanya tinggal masa penjurian. Dan karya-karya yang dihasilkan juga bagus-bagus lho. Idenya bermacam-macam. Ada yang bagus, profesional, ada yang lumayan dan ada juga yang norak setengah mati. Tiap kali ada desain baru yang masuk selalu “dibantai” oleh yang lain, jadi harus siap mental juga ya.But no hard feeling here, semuanya menyenangkan. Thread tentang karyaku bisa dilihat di forum Joomla! disini nih. Cuman kok gak ada yang komentar ya? Nasib.. mungkin karena waktunya yang mepet kali, forumnya sekarang dah ditutup sih.
Nih logo desainku untuk Joomla! :

Logo 01     Logo 01

Here’s the idea : the main concept is semicolon and I shapped it to look line a “J” the representation of Joomla! Of course we can move the joomla! text beside the logo instead of bottom. Semicolon is the symbol of talking and interacting, that’s what I think of a community. The second logo I made a little modification so it looks like a flying object (angel? spirit?) towards the dream of joomla! but i keep it to still look like “J”. Hope u like it guys!

Well, let’s just wait and see and may the best man.. eh logo wins!


Hoi, Omedetou!

Genk ONI 2 Comments »

Selamat deh buak Lek Su yang baru saja jadian, wuahaha.. paling tidak usahanya patut dikagumi. Dengan pengorbangan yang dila-gilaan ditengah ejekan teman-teman yang menggila, tapi Lek Su tak bergeming dan terus maju. Eh dapet juga ya. Trus hari itu semua genk ONI ditraktir makan steak di Mama Mia, ya nggak semua sih, aku sama Encup nggak ikut…

Makanya sore hari ketika dia nelpon, langsung aku teriak.. “Woi, aku belum dapat Steak!!!!” eh.. lha kok ternyata memang dia nelpon buat ngajak aku sama Encup makan. Wah jadi nggak enak. Sorry lho Su, cuma bercanda sebenarnya.
Ya wis, malem itu makan bareng-bareng berempat (Aku, Encup, Kunce dan Lek Su) di Waroeng Steak di kampung kali. Encup kebetulan waktu itu baru saja pulang dari ngurus kerja di Jakarta (Siemens ya?) cuma berita terakhirnya sih nggak jadi diambil soalnya tempat kerjanya bakalan di Balikpapan! ^_^; Kenapa Cup? takut kalah saingan sama suku lokal? hehehe.. Selamat deh Su, semoga cepet dapat pacar lagi dan cepet ntraktir lagi pula. hehehehe….

Ah ah semuanya sudah melangkah jauh ya. genjitsu wa boku yoku wakaranainda…

Nyam nyam!     Nyam nyam nyam!


FKM

Personal No Comments »

Oit, ngeblog dari FKM nih. Sabtu ini lagi ke FKM (Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip) Ada proyek kecil-kecilan lumayan asik juga. Wah ternyata fasilitas yang di sini nggak kalah lho sama yang di Elektro, malah tempatnya lebih bersih (mungkin karena ada hubungannya dengan kesehatan ya jadi bener-bener dijaga). Beda banget dengan labkom elektro semasaku dulu yang wuah..lebih mirip sarang, bahkan dipakai buat makan, nginep, nglembur dll, maklum jarang disentuh perempuan ya seperti itu keadaannya. Mudah-mudahan sekarang jadi agak baikan.

Proyek ini membikin web-site untuk Dinas Kesehatan Kota Semarang, timnya terdiri dari 4 orang termasuk aku. Sudah ditentukan pula bahwa proyek kali ini akan menggunakan CMS (Content Management System) Mambo. Padahal dulu aku sudah empet banget dengan Mambo ini, terlalu bertele-tele administrasinya, alias pusing! Mending kalo nanti yang me-maintenance kelanjutannya adalah orang yang ngerti. Lah kalo diserahkan ke orang awam? bisa mumet mereka dan ujung-ujungnya kita juga yang akan kena komplain (dah pernah aku). Ah well semoga lancar aja lah!


La raison d’etre

Curhat Colongan, Personal No Comments »

Are you feeling fine?

Eh, katanya kalau kita mati semuanya akan menjadi jelas. Tapi ya masak harus mati dulu untuk mencari penjelasan? Arrrghh… semua hal kelihatan buruk minggu ini, dan salah yang menyebalkan tentang hal yang buruk adalah kenyataan bahwa hal itu masih bisa bertambah buruk lagi. Dan seperti kata Al Capone, kalau satu-satunya alat yang kita miliki adalah palu, rasanya semua masalah akan terlihat seperti paku. Ugggh..


The End of Onizuka

Otaku Stuff 1 Comment »

You'll never beat me!

Wuah.. akhirnya selesai aku membaca manga GTO (Great Teacher Onizuka). Dan wah betapa cerita yang luar biasa. Definetly one of my favourite manga of all time! Sebenarnya manga ini dulu sekitar 3 tahun yang lalu pernah diterbitkan di indonesia oleh dua buah penerbit yaitu oleh Jaya Group dan oleh Seventh Heaven. Dua duanya bukan penerbit resmi alias bajakan. Sepertinya memang nggak mungkin mengharapkan Elex untuk menerbitkan manga ini, padahal seharusnya ada batasan usia yang jelas untuk manga. Jangan menyamaratakan seperti yang dipaksakan Elex sekarang ini. Sensornya malah merusak manga itu sendiri. Seperti contohnya manga Get Backers (sebuah manga yang cukup berat) yang ia terbitkan. Bah! sebaiknya ganti judul saja, itu sudah bukan Get Backers namanya.

Sebenarnya kategori manga juga bukan hanya dari gambarnya (konten seksual atau kekerasan yang berlebihan) tapi juga tema. Sekarang di Gramedia beeredar bebas tuh manga Evangelion (my fave ^_^) padahal temanya wow… penuh kontroversi teologi tentang keTuhanan dan humanitas dan pernah juga dibanned di Amrik.

Eh balik lagi ke GTO, kedua penerbit tadi memang dua duanya pembajak, tapi satunya bedebah dan satunya well not so bedebah lah. Jaya Group ini adalah bedebahnya. Aku bahkan curiga penerjemahnya tidak tahu bahasa jepang ataupun bahasa inggris (manga bajakan biasanya ngembat dari fansub berbahasa inggris di internet) GTO terbitan Jaya Group ini benar-benar sampah. Kau nggak akan ngerti sedikitpun ceritanya, terjemahannya luar biasa kacau! Seventh Heaven on the other side terjemahannya bagus sekali bahkan hampir mendekati kualitas fansub yang terkenal dengan dedikasinya. Tapi pasar berbicara lain GTO Jaya Group lebih cepat dan teratur terbitnya (mungkin karena ngaco, jadi cepet) sedangkan Seventh Heaven tersendat-sendat dan akhirnya berhenti pada GTO volume 10. Dulu aku selalu beli GTO Seventh Heaven ini, tapi karena ia berhenti terbit aku pindah ke Jaya Group dan setelah cukup muak dengan kualitas si Jaya Group ini akupun berhenti baca GTO pada volume ke 13.

Kini setelah GTO masuk ke Amerika, banyak situs fansub yang menyediakan manga GTO salah satunya adalah StopTazmo. StopTazmo ini baik sekali, bahkan kalau kalian menggunakan firefox akan seperti mendownload lewat HTTP biasa, no bullshit and get to the point. GTO volume terakhir (volume 25) telah terbit bulan agustus lalu di Amrika dan Fansubnya pun langsung menyediakannya. Ini adalah petikan dari StopTazmo :

A hilarious story about a gangster turning into a teacher. As a deliquient he can understand the students much better than most teachers. Filled with off beat characters from a pervert who likes to watch girls take a shit, a stalker who fills his walls with pictures of a girl. Onizuka is suprisingly strong at most times, and even though you know what he is doing is bad, you still root for him.

Tentang manga ini ceitanya kayaknya nggak perlu diceritakan lagi ya? Singkatnya ini tentang seorang Guru, yang berasal dari universitas rendahan, mantan anggota genk, suka berantem, suka mbokep, ngintip cewek dan seabreg kebiasaan buruk yang lain. Tapi diluar itu ia sangat dicintai murid-muridnya, ia memperlakukan muridnya sebagai manusia biasa, bukan objek atau apa. Againts all odds menegakkan prinsipnya. Tapi in juga bukan cerita full serius yang beraaat lho, malah lebih banyak lucunya.

Membaca GTO rasanya aku malu pada diri sendiri. Diluar kita selalu menjadi apa yang orang lain ingin lihat dari kita, tapi di dalam rasanya kita tidak sebaik itu, sesempurna itu. Manga ini sepertinya mencolokkan kedepan mata kita, “nih, diri kalian sebenarnya begini kan” dan kita bisa berkata tidak, namun dalam hati kita tahu kalau itu benar. Dan semua jenis manusia modern rasanya ada di manga ini rasanya tak mungkin mengelak. Semua orang melakukan hal yang sebenarnya tak ingin dia laukan, semua orang berbohong pada diri sendiri dan semua orang kesepian, semua orang menyakiti dan disakiti orang lain, semua orang termasuk kau dan aku.

screenshot01     screenshot02     screenshot03


Stand Alone Complex

Thought & Opinion 2 Comments »

stand alone complex

Bukan, ini bukan tentang Ghost in the Shell atau Masamune Shirou, tapi cuma sekedar cuap-cuap biasa tentang pernkikahan dini, ehmm sebenarnya bukan dini juga sih.. sebut aja menikah cepat. Selain teman temanku Iswi dan Ajeng, ada juga temenku satu angkatan yang juga telah menikah sekitar 5 bulan yang lalu, yang ini malah lebih ekstrem lagi “mereka belum pernah ketemuan sebelumnya!” OK, ekstrem mungkin memang bukan kata yang tepat, ini semua memang dari sudut pandangku saja, dari sudut pandang orang biasa, sesederhana itu, tapi tak ada salahnya diutarakan kan? lagi pula ini juga alasan adanya blog :)

Menikah dini (dalam hal ini tentu saja menikah yang normal ya, on purpose, terencana, bukan menikah yang terpaksa) apakah hal ini adalah hal yang berani ataukah hal yang penakut? Berani ya tentu saja, menentukan jalan hidup didalam waktu yang demikian cepat tentu membutuhkan keberanian yang besar. Berani untuk menanggung hidup bersama, berani untuk menjadi milik orang lain dan dimiliki oleh orang lain, terlebih orang lain yang hanya kita kenal dalam hitungan hari. Btw, I always wonder how it is feel to sleep legally with a stranger. hehehe… just kidding!

Takut? Mungkin juga. Terlalu takut untuk menghadapi kesendirian, takut akan masa depan? takut terkejar oleh usia? Takut melewatkan kesempatan? Takut akan orang lain disekitar kita? Takut tersaingi oleh teman atau saudara yang telah berumah tangga sebelumnya? Dan yang paling penting.. takut tidak mendapatkan sekuritas hidup dan pengakuan?

Kalau kita menanyakan sesorang mengapa mengambil keputusan yang sedemikian dramatis (at least di mata orang awam) tentu beribu jawaban dan alasan akan terucap… mulai dari alasan-alasan seperti teruliskan diatas tadi, juga alasan agama untuk menyempurnakan ibadah, mencegah hal maksiat, memperkuat keimanan sampai pada the ultimate answer : “why not?” Bahkan kalau mau, deretan ayat dan hadistpun bisa diceritakan.. persis seperti apa yang biasa tercetak pada kartu undangan. wuah !
Kalau mau jujur, kalau kita mau telanjang, melepaskan seluruh atribut kita. Kita sebagai manusia, tidak terpengaruh oleh keluarga, tidak oleh teman, tidak oleh pekerjaan, tidak oleh ambisi bahkan tidak oleh agama, kita hanya sebagai daging dan tulang yang dibalut oleh perasaan, tidak terlindung oleh apapun juga, tidak juga oleh berderet-deret dalil dan ayat agama yang biasanya selalu kita jadikan tempat sandaran untuk mengamankan dan membenarkan pendapat kita. Saat kita benar-benar kosong. “Siapkah aku menikah?”, “Diakah orang yang tepat untukku?” , “inikah saatnya bagiku?” Apa kabar dong dengan yang namanya “Cinta?”, dengan yang namanya “menggapai cita-cita setinggi langit?” dengan kisah menyelamatkan dunia dulu bersama dia?

Pemikiran juga tak jauh-jauh dari pengalaman hidup. Sudah jadi standard nasehat terutama bagi cowok, kalo mau nikah punya pekerjaan dulu or else istri-nya mau dikasih makan batu. Kalo mau nikah punya rumah dulu or else tinggal ama mertua, malu kan. Semuanya masuk akal kan? So aku akan ikut. Bermacam macam juga inspirasi datang dari hal-hal yang tak terkira. Dulu ada sahabatku yang dari Italia dia heran banget melihat dijalan raya ada satu motor yang ditumpangi oleh satu keluarga, ayah ibu dan tiga orang anak dengan variasi usia yang tidak terpaut jauh. Kok bisa-bisanya ya orang itu tidak dihentikan polisi? Tindakan itu jelas berbahaya, malah mirip sirkus. Ugh.. dulu sakit juga hati juga bangsaku dibilang begitu. Sirkus? Damn it. Eh tapi kalau dipikir-pikir bener juga ya. So aku tambahkan lagi prasyarat nikahku : “Aku harus punya mobil dulu sebelum kawin“. Terus yang konyol juga ada, dulu juga ada temenku sesama otaku yang sama seperti aku ingin melihat dunia dengan kepala sendiri, ingin pergi ke jepang dahulu, ingin melihat cewek jepang dulu hehehe… jadi kita membuat janji laki-laki : “nggak akan kawin sebelum ke jepang!” Wah banyak banget, bisa bisa bujangan seumur hidup nih…

Anyway inikan cuma pemikiran, dan pemikiran sebagaimana uniknya untaian helix DNA, bisa bermacam-macam antara manusia satu dan lainnya. Dulu aku sempat membaca ajaran Zen, ada satu kisah yang menarik. Pikiran manusia itu bagaikan cangkir teh, kita tidak akan bisa menuangkan teh kedalam cangkir tersebut sementara cangkir tersebut telah penuh terisi, teh akan meluber keluar dari cangkir teh. Pemikiran baru akan selalu ditolak dan kita akan menjadi cangkir teh yang egois, terjebak dengan kebenaran kita sendiri…

Tapi semuda-mudanya, kita kan juga sudah dewasa, kita berpikir dengan pikiran kita bukan dengan hati kita lagi. Apa yang kita lakukan berpengaruh pada diri kita sendiri. So life, here I come!


Boku Baka Blog © 2005-2008 Budiyono, Powered by Wordpress and modified GlossyBlue Theme
Ayanami Rei character and Nerv logo is courtesy of Gainax.
Entries RSS Comments RSS