Tomiko’s First Album, Farewell

Music 9 Comments »

Ok, Do As Infinity memang sudah cukup lama bubar yaitu 29 September 2005 yang lalu. Namun hal ini bukan berarti kita tidak bisa mendengar suara Van Tomiko lagi, karena Ban-chan sekarang bersolo karier dan album perdananya yang bertajuk “Farewell” baru saja keluar (eh sebenarnya baru akan keluar 29 maret nanti) tapi tahulah bagaimana perputaran musik di internet itu seperti apa.

Tadi pagi nengok Jpopmusic Forum, eh ternyata albumnya Tomiko sudah bisa di download. Dan ternyata tidak mengecewakan sama sekali. Walaupun cirinya sekarang lebih agak lembut namun tetap saja mengingatkanku pada Do As Infinity. Lagu favoritku di album itu adalah Morning Glory, Farewell, Holy Planet, Complacence, Before Sunset, serta A Dream Is a Wish Your Heart Makes (yang merupakan OST film jadul Disney tahun 1950, Cinderella). Tapi bukan berarti track yang lain nggak patut didengarkan lho! Total ada 10 track + 1 Track bonus pada album ini. Mudah-mudahan album ini bisa dirilis resmi di Indonesia, biar makin tenteram mendengarkannya hehehe..

Oh iya, Minggu lalu akhirnya aku bisa nonton konser DAI terakhir yang diadakan tanggal 25 November 2005 yang lalu. Hehe telat banget yah? Thanks to Amos yang sudah mau mendownloadkan (huh, andai aku bisa download torrent, dasar proxy sux!). I owe you one, Mos! Dan sebagaimana konser perpisahan pasti banyak tangisnya. apalagi pada saat lagu Field of Dream mengalun… Ban-chan is crying! Nggak kuat ngeliatnya! I wil die for you Ban-chan!!! Eh tapi nggak melulu konsernya sedih ding, pada saat lagu Honjitsu wa Seiten Nari (It’s a fine day) suasananya ceria sekali, bahkan terkesan konsernya jadi berantakan. hahaha.. it’s definitely my favourite part!

Nih, link kalau ada yang mau download juga:
Tomiko Van – Farewell (via Megaupload)
Tomiko Van – Farewell (via Rapidshare)
Dos As Infinity Final : 25 11 2005 (via Torrent)

Cover Album
Farewell album cover art


Blog Influence

Personal 6 Comments »



My influence
[3861]

Barusan dapat link ini dari blognya Markum, karena penasaran aku coba submit, eh ternyata canggih ya. Segala macam blogosphere dijamahnya. Ternyata lumayan gaptek juga aku soal blog. Eh, tapi yang digenerate buat dipasang di blog kok HTML biasa? Gak palid ah hehehe…


I Wanna Rewrite!

Personal 1 Comment »

I always thought that posting a song lyric or copy-paste some wisdom words onto blog is too melancholic, lame, and should be done only by ABG (no offense here :-P). But I just can’t help it right now. So here’s a translation of “Rewrite� by Asian Kung-Fu Generation :

Rewrite

Wanting to spit out the jarred thoughts is
Because there’s no other proof of my existence
My future that I should’ve grabbed hold is
Conflicting between “dignity” and “freedom”
Wanting to erase the distorted afterimage is
Because I’ll see my limit over there
In the window of the excessively self-conscious me
There are no dates in last year’s calendar

Erase and rewrite
The pointless ultra-fantasy
Revive
The unforgettable sense of being
Rewrite
The meaningless imagination
The driving force that creates you
Give it your whole body and soul

After cutting my feelings that grew, I regret
After realizing that after all, I’m just a mediocrity, I cry
A depressed heart
A dirty lie

Erase and rewrite
The pointless ultra-fantasy
Revive
The unforgettable sense of being
Rewrite
The meaningless imagination
The driving force that creates you
Give it your whole body and soul

Really, what I wanna do right now is go to Nobita’s house, jump into his time machine drawer, go to exactly two years ago, and punch the-two-years-ago-myself right in the face, so he didn’t do that stupid-pathetic thing.

And if time is a book, I wanna turn its page back into two years ago, and rewrite some mistake, but wishing to turning back time in term of fixing our own mistake is just so stupid and childish. All we can do is look at ourselves very closely and stare at the distant future with smile, as we gently step towards it. Ja, Ganbate na!

The lyric was brutally copy-pasted from Anime Lyrics

Rewrite


Tuh kan, Agile memang shux!

Personal 6 Comments »

Setelah gejala-gejala yang telah aku ungkapkan di tulisanku sebelumnya, ternyata hal ini terjadi juga. Agile Messenger nggak gratis lagi. Pesan seperti skrinsyut di bawah itu muncul ketika aku ingin konek ke Yahoo. Yah, sudahlah.


Gmailku

Personal 6 Comments »

Sejak tadi pagi akun email sekunderku di kuppoo tidak dapat digunakan untuk berkirim mail lagi. Tiap kali akan mengrim pesan, selalu dihadang oleh sebuah messege box yang mengatakan bahwa quota emailku sudah tercapai. Yah, terpaksa bersih-bersih deh.

Akun yang satu ini memang tidak aku gunakan untuk pesan-pesan pribadi, lebih banyak untuk mengikuti milis dan sebagai alamat email seadanya untuk keperluan bermacam registrasi online. Walaupun cukup banyak milis yang aku ikuti, aku yakin 68% (Hi Roy™) bahwa milis keparat inilah penyebab utama penuhnya mailboxku. Dasar gajah-gajah gila!

Simpan semuanya.
Tersedia lebih dari 2704.467031 megabyte kapasitas penyimpanan yang diberikan dengan cuma-cuma (dan masih terus bertambah), agar Anda tak perlu menghapus email manapun.

Hahaha, that is load of B.S, Google, kita semua tahu bahwa dalam hidup ini ada 4 hal di mana orang tidak akan pernah merasa cukup : Youth, Love, Wealth and.. Disk space!

Penuh juga


Njrit, Aku Lengah!

Personal 17 Comments »

Weekend, biasa aku ke Gramedia jalan Pandanaran. Kebanyakan baca-baca saja, majalah atau manga. Kadang-kadang kalau memang bagus, beli juga sih. Semalam setelah mendapat majalah Anime Insider Indonesia yang aku cari, biasa aku lalu baca-baca manga sambil menunggu lagu perpisahan mengalun pertanda tokonya mau tutup.

Hari itu ternyata manga Gunslinger Girl (ガンスリンガー・ガール) volume 3 sudah terbit. Aku cari-cari yang sudah terbuka segelnya kok nggak ada. Ini cuma berarti satu hal, akulah orang yang harus menumpahkan “the first blood“, ya, aku harus jadi orang pertama yang membuka segelnya. Bukan hanya demi aku, tapi juga demi penggemar yang lain, for freedom! for justice! (~halah!). Dulu aku sempat bercerita kalau aku sudah terbiasa dengan perbuatan ini. Pokoknya beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuka segel buku secara diam-diam adalah: 1.Cari tempat yang sepi tapi tidak terlalu sepi, yang penting nggak ada pegawai toko di situ. 2.Pasang mimik muka tak berdosa 3.Lakukan sambil berjalan dan melihat-lihat buku lain, ini perlu latihan memang. 4.Hati-hati terhadap kaca, reflection can be deadly! 5.Buka segel plastik dengan cepat mulai dari sisi samping buku 6.Sembunyikan barang bukti atau segera tinggalkan daerah TKP. 7.Jangan membaca buku tsb di daerah buku yang tersegel semua, it’s ok kok baca novel di daerah komik, gak ada yang perhatiin.

Tapi ternyata malam itu aku sedang apes, udah siap-siap baca manga Gunslinger Girl eh.. tahu tahu dari belakang disapa satpam. Njrit, aku lengah! “Ini plastiknya tadi yang buka siapa mas?”, Petugas itu mengajukan pertanyaan dodol. “Ya jelas aku!” masa nenekku yang sedang di Pekalongan? Kayaknya itu memang petugas yang bertugas khusus mengawasi standing reader seperti aku deh, soalnya pakaiannya lain dari satpam yang biasanya dan kerjaannya mondar-mandir saja di dalam toko sambil berhandy-talkie. Yah, setelah chit-chat sebentar aku bersedia deh beli manga itu. But it;s not bad at all, lagian Gunslinger Girl memang bagus kok.

Iya iya, aku tahu kok dia cuma petugas yang mencari nafkah dan melaksanakan tugasnya dengan baik. Tapi hal itu tidak membuatnya terbebas dari status “musuh” para standing reader kan? hehehe… Ayo para standing reader Semarang, jangan kalah sama petugas dodol itu. Minggu depan harus lebih hati-hati lagi! For justice, for freedom!

standing reader (kosakata ngawur) : maksudnya pecinta buku dengan dana tidak tak terbatas, jadi sering baca sambil berdiri di toko buku, membaca secara keseluruhan, bukan hanya preview saja :-)

Gramedia Sux



Boku Baka Blog © 2005-2008 Budiyono, Powered by Wordpress and modified GlossyBlue Theme
Ayanami Rei character and Nerv logo is courtesy of Gainax.
Entries RSS Comments RSS