Penjaga Lawang Sewu

Orange dan Biru adalah warna alas kakinya hari itu, jelas bukan karena ia menyukai warna itu. Beliau ini akan mudah kalian temui di sekitar Lawang Sewu dan dengan senang hati akan menceritakan detil demi detil sejarah Lawang Sewu dan Semarang. Suaranya yang sangat lantang seakan bisa terdengar dari jarak puluhan kilometer.

Model Dadakan

Gadis dalam Lorong, Model dadakan ini dikenalkan oleh Fian, eh… namanya siapa ya? Maklum nggak tiap tahun kenalan sama cewek, sehingga otak ini bukannya mengingat tapi malah memerintahkan tubuh untuk gemeter. Nanti aku update kalau sudah tahu namanya. Update : Namanya Rista (lihat komennya Dendi)

steker
Steker Tua ini tentunya dulu pernah berjasa, sewaktu Lawang Sewu bergonta ganti fungsi sebagai kantor beberapa instansi, namun kini kondisi kerusakannya seakan menyetujui bahwa Lawang Sewu ini identik dengan keangkeran di Semarang.

kuda-kuda
Kuda Kuda Atap yang didesain sangat rendah namun begitu kokoh, dengan kanan dan kirinya terdapat jendela, tempat pasukan asing dulu bertahan dan membalas serangan bangsa Indonesia. Salah satu pilar besinya yang rusak terkoyak terkena serangan menjadi saksi sejarah perjuangan Indonesia.

Cola
Cola over Semarang : Entah apa ahli gizi bilang tentang pengaruhnya pada kesehatan, tapi yang jelas produk ini memang mendunia, tak kecuali di Semarang, sehingga di sudut gelap Lawang Sewu pun kita bisa menemukan bekas sampahnya.

budiyono
Aku, seakan merenungi nasib, seakan memikirkan masa depan Indonesia, atau seakan memikirkan kedamaian dunia? Huehehe.. terserah. photo oleh Dendi.

Semua foto olehku, kecuali disebutkan lain, menggunakan Canon Powershot A520 dengan mode seadanya :p, Di hari minggu yang cerah di Lawang Sewu.