Hedy Lamarr
gambar diambil dari Wikipedia

Kadang, anugerah Tuhan pada makhluknya mucul dalam kombinasi yang aneh. Ketika sedang enak-enak mencari artikel tentang Wireless Communication, salah satunya adalah CDMA, aku menemukan cerita tentang Hedy Lamarr. Dia adalah seorang aktris Hollywood tahun 1940an yang bahkan namanya ikut tertera di Hollywood Walk of Fame. Lah apa hubungannya CDMA dengan aktris Hollywood? Ternyata Hedy Lamarr adalah salah satu penemu dari teknik Spread Spectrum, salah satu kunci bagi teknologi komunikasi wireless saat ini, yang diaplikasikan mulai dari telepon seluler sampai koneksi Wifi intenet. Namun teknologi spesifik yang paling diasosiasikan dengan namanya adalah CDMA.

Waduh.. keren dia, jadi inget masa kuliah dulu, mata kuliah Pengolahan Sinyal Digital, bareng sama anak-anak subjurusan telekomnikasi. Mata kuliah yang.. arrrggghhh pusingnya minta ampun, tingkat kesulitannya melegenda di Elektro Undip. Jumlah peserta kuliahnya pun ratusan, mengingat banyak angkatan tua yang ngulang karena gagal. Dan setelah jungkir balik, ngulang, ikut SP, dll… akhirnya sujud syukur bisa lulus juga dengan nilai… C. :D Ya ampun.. berarti aku kalah nih sama aktris seksi itu.

Trivia : di halaman wiki-nya disebutkan bahwa dia juga adalah salah satu aktris yang pertama kali tampil bertelanjang dada dan memalsukan (berakting) orgasme dalam filmnya. Wah.. Spread spectrum dan fake orgasm, dua buah teknik yang jauh berbeda, benar-benar sebuah paduan bakat yang aneh :d

Tapi lumayan membuka mata juga, soalnya selama ini kalau berpikir tentang wanita dan teknik, paling nama yang muncul dalam benakku hanyalah Marie Curie, salah seorang perintis radioaktivitas yang mendedikasikan hidupnya untuk penemuannya.

Oh iya, dan sebagai penggemar jepang, aku jadi ingat juga sama Rei Kikukawa, salah satu aktris, model, relawan UNHCR dan sekaligus lulusan dari fakultas teknik Tokyo University, universitas yang tingkat kesulitannya terkenal lewat cerita2 di anime dan manga. :d

Wah cocok nih tulisan ini, mendekati Hari Kartini soalnya :d Aku rasa yang dibutuhkan para wanita adalah persamaan kesempatan, seperti halnya kesempatan yang didapatkan para pria. Hanya saja, walaupun kesempatan itu ada tetap saja keputusannya ada pada si wanita. Sekalian menyapa ah, Ratna Sarumpaet, Butet Manurung dan wanita-wanita hebat Indonesia lainnya, (yang mungkin ngggak terkenal). Kalian memang rocks! Kalau di luar ada situs situs macam Great Women dan Women in World History, harusnya Indonesia juga ada nih. Kan banyak tokoh besar Indonesia sejak zaman dahulu. ya kan.