Satu Liter Air Mata dan Sinetron Indonesia

Crapy Crap!, Movies, Otaku Stuff, Thought & Opinion 215 Comments »

aya ikeuchi
Ikeuchi Aya (gambar diambil dari channel-ai)

Baru saja aku lihat iklan sinetron di RCTI, berjudul “Buku Harian Nayla“, dan gak tahan untuk menulis ini. Cuma butuh waktu 5 detik bagiku untuk menyadari bahwa sinetron ini jiplakan dari Ichi Ritoru no Namida ( 1 リットル�?�涙), sebuah dorama Jepang. Ichi ritoru no Namida (One Litre of Tears) bercerita tentang Aya Ikeuchi, gadis SMU berusia 15 tahun yang menderita penyakit Spinocerebellar Degeneration yang membuat dirinya kehilangan fungsi otak kecilnya. Penyakit Aya ini berkembang sangat cepat dan Aya perlahan namun pasti menghadapi kematian.

Doramanya sendiri menceritakan perjuangan Aya untuk tetap bisa menjalani hidupnya dengan sebaik-baiknya, walaupun halangannya bukan main… apalagi menjelang akhir cerita, ketika penyakitnya semakin parah sehinga untuk berbicara saja dia tak mampu dan harus menggunakan papan kata yang ditunjuk memakai jari untuk berkomunikasi. Pokoknya Dorama ini wajib ditonton bagi yang menghargai hidup, ceritanya bukan mengeksploitasi kesedihan, tapi menginspirasi tentang kehidupan. Oh ya, walaupun berjudul Satu Liter Air Mata, lebih baik siapkan satu botol galon kosong, untuk menampung air matamu ketika menonton dorama ini. Damn! harusnya dorama ini berjudul One Gallon of Tears! :((

Dorama ini mengadaptasi dari sebuah kisah nyata yang dialami oleh Kitou Aya. One Liter of Tears (A Diary of with Tears) adalah judul buku diary yang ditulis oleh Aya. Buku harian ini ditulis oleh Aya Kitou selama ia menghadapi penyakitnya itu, ia terus menulis sampai akhirnya ia tak lagi mampu lagi memegang pena. Buku harian Aya ini kemudian diterbitkan dan banyak menginspirasi orang-orang, baik yang menghadapi penyakit yang sama maupun yang bersyukur masih diberi nikmat kesehatan oleh-Nya. Kabarnya buku ini telah terjual 18 juta copy! Oh iya, buku harian itu diterjemahkan dalam bahasa inggris (still ongoing) oleh Kiwi dan Pye di sini.

one liter of tears
buku one liter of tears (gambar diambil dari Wiki.ThePPN)

Kembali ke sinetron Buku Harian Nayjis tadi, menurut informasi di situs resminya, Cerita dan Skenario ini ditulis oleh Serena Luna. Anjrit! udah mbajak, nggak ngaku pula! Memang, sudah bukan berita baru lagi kalo sinetron itu banyak yang bajakan dari dorama jepang, tapi kali ini kok ya tega banget gitu ya? Hey Serena Luna (siapa sih nama aslimu? dasar ciken!) tahu nggak sih kalau cerita yang kamu bajak itu adalah kisah nyata? Care ngak sih kalau tokoh yang kamu bajak itu bukanlah hasil karangan semata? Ada orang sebenarnya, (yang kini telah beristirahat di alam sana), Ada keluarganya juga, Ada perjuangan yang sesungguhnya, dan ada penderitaan yang sesunguhnya! At least berikan credit ke mereka. Kita harus banyak belajar dari mereka, bukan malah mbajak habis. Kampret kamuh! Kampret SinemArt! Gak usah ditonton! Kesenengen mereka, aku lebih rekomend nonton dvd bajakannya (karena memang ngak tersedia di sini) daripada nonton sinetron bajakannya! >:p
Read the rest of this entry »


Tipuan Basbang di Bulan Ramadhan

Crapy Crap!, Personal 22 Comments »

Sedang enak-enaknya menunggu menit-menit terakhir menjelang berbuka, eh ada telepun wagu yang masuk. Berikut sepetik percakapan dengan +628567124942 :

Hallo ini bener dengan nomor IM3?
- iya. (yo pasti, dasar penipu wagu, mosok petugas IM3 nggak kenal nomor im3!)
Benar juga ini nomor daerah semarang bukan?
- benar. (yo mesti, dasar penipu nggambus, mosok gak paham kode areanya? :p )
Begini, kami dari IM3 pusat Jakarta, menginformasikan bahwa bapak memenangkan program hadiah kami, berupa uang tunai 50 juta beserta pulsa 1 juta.
- oh ya? (dasar penipu basbang, model nipunya kok itu2 aja, update dong!)
Benar pak, sekarang apakah bapak punya rekening tabungan?
- punya. (yaelah, dasar penipu nggak romantis, foreplay ndisik nopo?)
Rekeningnya di bank apa pak?
- BCA pak. (BCA dari hongkong? lha wong sebagai mahasiswa Undip, sudah di set as default banknya ya BNI)
Nomor rekeningnya berapa pak?
- wah lupa ik.
Bisa tolong dilihat dulu pak? Bapak ada kartu ATM juga kan?
- Oke deh, bapak nanti telpun aja lagi ya. (udah males bgt.. bedug maghrib sudah berkumandang, pingin segera hang-up trus nyerbu es blewah yang sudah menggoda…)
Baik Pak, tapi bapak yang menghubungi saya saja, biar waktunya bisa ditentukan sendiri oleh bapak.
- ya deh. (Wuu.. dasar penipu norak, bilang saja kalo gak punya modal!)
tut..tut..

Read the rest of this entry »


Cover Tag Tournament

Crapy Crap! 3 Comments »

Sejak mencari ebook menjadi semakin mudah (hehe) aku jarang melihat-lihat bagian buku komputer di Gramedia. Tapi tadi malam iseng saja sekedar melihat apa ada yang bagus dan worth it untuk dibeli. Eh ternyata malah menemukan dua buah buku yang “menarik”, liat gambar di bawah itu. Bukan judul atau isinya yang membuatku tertarik, tapi kovernya. Hahaha.. bagi seorang gamer, gambar-gambar itu sudah akrab sekali.

Gambar yang pertama adalah Kazuya Mishima dari game Tekken Tag Tournament dan yang kedua adalah Lei Fang dari Dead or Alive 2. Ini namanya pelanggaran. Wah wah, orang bilang “judge not a book by its cover” tapi yang ini sih keterlaluan, dikiranya nggak ada yang tahu kali ya? Mending kalau untuk kover majalah game (maklum lah) Lah ini? Sekedar mengingat saja sebelumnya aku juga menemukan kover buku bergambar Yuna. Ah sudahlah!

Kazuya Leifan


Yuna di Lembaran Suci

Crapy Crap! 6 Comments »

Oi friends, lihat gambar di bawah ini, pasti deh akan tahu langsung apa yang akan saya katakan di sini. people say “a picture paints thousands of words..” Benar, satu lagi saya temukan desain yang mengambil desain lain seenak udelnya sendiri. Dan tebak siapa korbannya kali ini? Hehehe.. ladies and gents, may I present you..our summoner princess, Yuna! (wow, again!).
Ketika aku main ke toko buku Toga Mas deketnya Undip (read or preview at gramedia, buy at toga mas, cheaper oi.. :-) ) Nah dilantai dua, di display buku-buku baru tentang agama, mataku tertambat pada sebuah buku berjudul “Perempuan di Lembaran Suci” karangan Ahmad Fudhaili. Tentu saja yang akan saya ceritakan di sini bukan isi bukunya, karena saya bener-bener nggak mudeng, yang saya ceritakan di sini adalah sampulnya, kulitnya, alias luarnya saja. Yang menarik perhatianku tadi bukanlah judulnya melainkan sampulnya yang bergambar Yuna. Mataku ini sekan-akan langsung tertegun melihat desain coretan yang sekilas abstrack itu..ya sekilas, karena jelas-jelas gambar wanita itu adalah gambar Yuna dari Final Fantasy X yang sedang menari. Gambar yang diambil langsung dari logo resmi Final Fantasy X. Gila!

Yuna strikes again!

Ternyata sampul buku ini tidak terlalu suci seperti judulnya. Gambar disebelah kiri adalah gambar sampul buku tersebut ( I took it with my camera phone), sementara gambar kanan bawah adalah logo Final Fantasy X dan gambar kanan atas adalah crop atau potongan logo tersebut yang di bajak sebagai sampul buku. Saya ceritakan tentang logo ini sedikit, logo ini menceritakan Yuna yang sedang menari (kiri) untuk melawan Sin, perwujudan dari dosa manusia (kanan). Rupanya Yuna dan seri Final Fantasy ini telah memberikan inspirasi yang sedemikian hebat pada desainer-desainer ini, namun sayang inspirasi ini bukannya dikembangkan, malah diambil mentah-mentah. Bahkan dikepalaku langsung bersliweran cara-cara untuk men”desain” sampul ini. ..

  1. Pertama-tama buka logo FFX
  2. Crop bagian Yuna-nya
  3. Buang backgroundnya dengan selection
  4. Ubah ke mode grayscale
  5. Berikan efek threshold ringan untuk mendapatkan kesan sedikit abstrack
  6. Ubah kembali ke warna RGB, fill dengan warna biru, beres!

Tentu saja akan lain ceritanya menurut saya apabila buku ini cuma sebatas terbitan pribadi atau digunakan di kalangan tertentu, tapi buku ini terbitan nasional! di sampul belakangnya (yang mana juga ada gambar Yuna-nya) terdapat quote-quote penghargaan dari berbagai tokoh dari berbagai instansi. Dan belum di dalamnya mencantumkan pengantar-pengantar dari tokoh yang pasti cukup terkenal dikalangannya (aku nggak tahu sih). Bagaimana mungkin orang sebanyak itu mereka tidak tahu? Pastilah buku itu sudah sampai ke berbagai pihak, penerbitan, reviewer dan termasuk desainer, sebelum akhirnya turun cetak kan? Atau lagi-lagi mungkin “membiarkan” dengan menyangka bahwa kita-kita ini, konsumen yang bodoh ini bahkan tidak akan menyadarinya? Ironi-nya lagi, buku ini kan tentang agama.

Aku berpendapat di sini seperti juga pada kasus sebelumnya bahwa si culprit-nya ini bukanlah penulis atau reviewer atau penerbit, tapi desainer! Ketika aku lihat bagain dalam buku itu. (Ya, di toko manapun aku sudah ahli untuk membawa buku yang aku pingin liat ke pojok yang sepi, membuka segel plastiknya dengan kuku, menyembunyikan palstik di belakang display buku lain, membaca bukunya dengan nyaman dan melakukan semuanya itu tanpa merubah mimik muka tak bersalah sedikitpun :-) ). Ku baca di halaman awal bahwa desain sampul oleh “Chandra”, itu saja. So, Chandra if you read this, “I would like to hear your comment please..”


Yuna a-la mode?

Crapy Crap! No Comments »

Siang itu beberapa hari yang lalu, sepulang kerja biasa lewat jalan pamularsih. Betapa terkejutnya hati ini (kok kaya kalimat novel ya?) demi melihat gambar the summoner princess “Yuna” dari Final Fantasy X di baliho pinggir jalan diseberang jalan yang gede banget. Dalam waktu sekelebat itu otakku berpikir beragam kemungkinan.. Apa ada acara Otaku party lagi? Dan mereka mengadakan cosplay contest? Setahuku acara Otaku yanng paling deket baru tanggal 8 juli nanti di Raden Saleh, lagian hebat banget anak2 Genki-ji bisa nyewa baliho segede gitu… atau ada event gaming baru? weleh-weleh, harapanku terlalu muluk.. ternyata oh ternyata cuma event crappy kebanyakan so-usual yang diadakan oleh perusahaan rokok, sh#t!. Keesokan harinya, aku lewat jalan itu lagi kali ini di sisi yang sama, aku berhenti dibawah baliho istimewa ini, tak kuhiraukan pak polisi pengatur lalu-lintas yang ada disebelahku. Kuamati lagi, barangkali ada notify copyright tentang “pemilik” Yuna, SquareEnix (dulu SquareSoft). Yah..tentu saja nggak ada. Kuambil beberapa cepretan dan aku berangkat lagi. Kutinggalkan Pak Polisi tadi yang masih aja heran.

Yuna, sejak kapan kau jadi model A-mild?

Yuna, di sini cuma jadi korban desainer bego yang kehabisan ide yang nggak tahu menghargai karya orang yang berpikir bahwa kita-kita yang melihat ini terlalu bodoh untuk menyadari bahwa itu adalah Yuna, sweetheartnya every rpg-gamer.
Kalo mau ditinjau lebih jauh lagi, aku nggak bisa ngerti kenapa ya kok pake Yuna? Acaranya sendiri adalah semacam model night gitu, disertai oleh para DJ yang pasti musiknya begitu menghentak-hentak, aku juga bisa membayangkan model-model pakaian yang akan dipamerkan. Tempatnya juga di Sava’j (yang sudah terkenal diantara kafe yang lain (thanks to tarian bugil-nya di tahun baru). Terus,Kenapa Yuna? Yuna diceritakan adalah gadis pendiam (setidaknya di FFX, bukan FFX-2) bahkan pakaian yang ditampilkan di baliho adalah kostum defaultnya, kimono yang terkenal itu, singkatnya Yuna adalah gadis “baik-baik”.

Dulu banget, aku pernah ngeliat iklan serupa, cuman sponsornya rokok lain (LA light kayaknya) dan acaranya di Astro dan pasang balihonya di Jalan Pahlawan dekat air mancur depannya Telkom. Tahu nggak model iklannya siapa? “Agent Kate” dari serial game “No One Lives Forever” yang jadi korban. Mungkin ini gamer PC yang lebih banyak tahu. Sama, ini juga digambar copy mentah-mentah gitu. cuman sayang dulu aku tidak mendokumentasikannya..

Kalo aku boleh nebak, di sini pihak-pihak yang tercantum (para sponsor) pastilah juga merupakan korban, mereka menyerahkan semuanya ke EO dan EO menyerahkan desain balihonya ke designer. Para sponsor mana tahu (dan mana mau tahu) hal-hal yang kelihatannya ringan seperti ini? Well kurasa ini dosanya designer. They think they can get way with this flawlessly, Oh sure they won’t. Ada banyak orang-orang kurang kerjaan seperti aku yang melihat dan mengetahui…

pengakuan : Walau ribut2 soal copyright begini. tapi aku walau sudah main FF sejak FF-IV samapai FF-X2, aku belum pernah dapet CD/DVD aslinya…gomenasai Yuna, suatu saat pasti deh! Ya seperti kata AA Gym, mulai dari yang kecil, mulai dari diri sendiri, mulai sekarang juga! :-)


“Fake message” ads is futile!

Crapy Crap! 1 Comment »

Pernah nggak? Lagi enak-enaknya browsing kesana-kemari tiba-tiba ada message window yang mengatakan “Your Computer clock may be wrong, click here to fix it” atau berbagai macam “peringatan lain”. Pertamanya sih kaget (dulu banget nih), tapi begitu mouse pointer kita hover diatasnya si panah berubah jadi tangan. dengan kata lain..tak lain dan tak bukan ternyata adalah link iklan. Brengsek!.

Kini jaman internet dan makin gila, yang benar dan yang ngibul sulit dibedakan. Iklan-iklan macam gitu makin menggila. Mungkin bagi sebagian kita iklan-iklan tersebut adalah goblok, bego, nggak mempan and FUTILE !. Tapi pernahkah kita memikirkan teman-teman kita yang awam? Dengan mudahnya tanpa pikir panjang akan mengklik iklan tadi untuk “membetulkan jam komputernya”. Dan apa yang terjadi? pasti komputernya bukannya bener malah tambah “diperkosa” rame-rame. Gator, Fastclik, dll..(you name it) akan menginvasi tanpa ampun, parahnya lagi akhirnya kena spyware dan browser hijacker.

Pernah aku ke warnet yang gak bisa aku nuliskan satupun alamat yang bisa nge-link dengan benar, semuanya dihijack, dibajak dan diarahkan ke search engine bohongan. Satu-satunya cara waktu itu aku search di google kemudian aku nge-link dari hasil query google. Damn it, ini cara yang benar-benar licik untuk mendapatkan traffic. Sorry agak ngelantur, menurutku iklan-iklan seperti ini bisa dikategorikan sebagai penipuan! kenapa sih nggak ada undang-undang (di negara maju) yang mengaturnya? atau udah ada? aku juga belum tahu..

Sekarang jangan kira orang awam saja yang ditarget sama iklan-iklan busuk ini, bahkan saya lihat iklan yang terang-terangan wagu : “Wemaster Alert! click here for free web-site tool” dan macem-macem lagi. What the Hell? Webmaster macam apa yang akan mengclick iklan ini? Makanya aku nulis ini, karena sudah empet aku ngeliatnya. Arggghh!!!


Boku Baka Blog © 2005-2008 Budiyono, Powered by Wordpress and modified GlossyBlue Theme
Ayanami Rei character and Nerv logo is courtesy of Gainax. and a huge thanks to risu-chan, for the best cookies I ever had in my life.
Entries RSS Comments RSS