Penghujung Ramadhan 1427 H

Genk ONI, Personal, Thought & Opinion 9 Comments »

Idul Fitri, kapan?
Ramadhan tahun ini tinggal sekejap mata akan berlalu. Esok hari adalah hari terakhir kita menikmati sapaan ramadhan tahun ini. Bahkan untuk sebagian saudara kita, besok sudah merupakan Hari Raya Idul Fitri. Dunia maya-pun sudah sangat sepi, ditinggal mudik para penghuninya. Aku sendiri berencana mudik hari H (selasa) nanti. Aku juga tidak ikutan pusing menentukan apakah Idul Fitri ini jatuh senin atau selasa.. berhubung mushalla depan rumah saya merayakan Idul Fitri-nya hari selasa, ya saya ikut saja. Bukannya tidak peduli, tapi what’s the point kan? Tentu bagi masing2 pihak bisa berjuta alasan bisa disampaikan. Maaf, saya orang awam dalam hal beginian. Kalau saya mau beralasan ya.. karena saya mengikuti ulil amri yang malam ini telah menetapkan bahwa 1 Syawal 1427 H adalah 24 Oktober 2006 M.

Btw, yang lebih penting…
Yang lebih penting memaknai ramadhan kali ini, yang lebih penting bersyukur masih bisa dipertemukan dengan ramadhan, yang lebih penting berusaha agar ramadhan ini membuat kita lebih baik, yang lebih penting kerendahan hati berharap bertemu ramadhan kembali, yang lebih penting membuka hati menyambung silaturahmi, yang lebih penting berharap maaf dari sesama, yang lebih penting memaafkan dengan setulus hati, yang lebih penting berharap dengan keihklasan untuk kembali suci. Bukankah esensi Idul Fitri itu kembali ke suci?
Kalau aku, aduh… kok masih jauuuuuuuuh ya. :-(

Buka Bersama, malam ke 29
Buka bersama terakhir bagiku untuk Ramadhan tahun ini, bersama Genk ONI! Dengan koordinator Vandi, aku tinggal terima enaknya saja. Kumpul di rumahku, sebelum akhirnya pergi makan ke luar. Sudah sekian lama juga beberapa dari kami tidak berjumpa, banyak yang sudah di luar kota sekarang. Beberapa ada yang tidak bisa datang, seperti Amed yang sedang tugas di Cilacap, memastikan layanan salah satu operator seluler tetap lancar. Lebih tragis lagi Kuncoro, sedang mudik mau ke Semarang, belum juga tiba di rumah, baru sampai Salatiga, sudah di-call untuk tugas ke daerah lagi. Ampun.. jadi engineer junior memang sux. Ah, tapi bukankah bekerja itu juga ibadah?
Read the rest of this entry »


Perpisahan Lagi

Genk ONI, Personal 7 Comments »

farewell, friends

Sekali lagi, Genk Oni harus mengucap selamat jalan bagi anggotanya, kali ini dua Onies sekaligus. Amed dan Kunce sudah mendapatkan pekerjaan di Yogya dan akan mulai bekerja (dan pindah ke Yogya) senin depan, ya jadi tadi malem biasa ada “pesta” pelepasan dulu buat mereka. Dimulai dengan kumpul dulu di rumahku.. duh padahal masih capek sehabis acara Loenpia.net di Unissula. Yang hadir malam itu Aku, Encup, Vandy, Jati, Nino, Dani Bra dan tentu saja Kunce dan Amed.

Setelah ngobrol2 lama di rumahku, sekitar hampir jam 9 lanjut untuk makan ke luar. Seperti biasa, kami semua gak bisa menentukan mau kemana. Aku tahu, kalo nggak segera ditentukan pasti akan berakhir dengan muter2 seluruh Semarang, daripada kelamaan, ya wis aku langsung tentuin aja di candi steak, soale baru2 ini pernah ke sana sama anak-anak Loenpia.net. Ngobrol lagi di sana lama, sampai gak enak sama yang punya warung. Volume ketawa-nya gak bisa diredam lagi, yah terserah mau dianggap apa sama pengunjung yang lain. hehehe… Lanjut ke rumahnya Kunce.. Ngobrooolll lagi sambil makan-makan jajan lagi! Heran, ini kumpulan cowok tapi kok hobi ngrumpi ya? Lewat tengah malam baru kami pulang dan mengucap selamat jalan pada mereka berdua…
Read the rest of this entry »


Bakar sate

Genk ONI, Personal 11 Comments »

sate sapi

Satu lagi anggota Genk ONI yang akan pergi merantau, setelah si Matin kemarin, kini giliran Sukri. Si Sukri sudah akan mulai kerja di Jakarta senin ini, dan pesta perpisahan pun digelar jumat malam kemarin, di rumahku. Teman-teman yang dateng Aku, Sukri, Encup, Kunce, Vandi, Amed, Jati dan bintang tamu Dendi. Acara utamanya bakar sate sapi! Nampaknya pengalaman memang guru yang terbaik, tidak seperti pengalaman yang dulu, acara bakar-bakar ini bisa berlangsung dengan lancar! Sate yang dihasilkan pun dari segi rupa maupun rasa (katanya) cukup enak, gak kalah lah dengan sate beli. Sayang aku gak doyan, bukannya apa2, tapi memang dari sononya gak suka babar blas.

Oh iya, tak lupa juga telpun konference ke Matin yang sedang mempertaruhkan nyawa di Atambua(?) NTT. Serius, karena suasana di sana sedang genting dan rawan kerusuhan, bahkan sampai mengungsi ke pulau lain. Seperti biasa, acara dilanjutkan (diselingi) dengan ngobrol ngetan ngulon, tanding PS secapeknya, sampai Sukri, Jati dan Kunce nginep. Thanks ya Suk! Baik-baik kau di sana. Doa kami menyertaimu dan doain juga semoga yang lainnya juga mendapat jalan-nya sendiri-sendiri! Amien!

Read the rest of this entry »


Lagi, Goodbye and Goodluck Matin!

Genk ONI 6 Comments »

Post by request! Meskipun beberapa waktu yang lalu Matin sudah mengadakan farewell party-nya dengan Genk ONI setelah diterima di PLN, tapi sekarang ada lagi! Setelah menyelesaikan latihan wajib militer (di Sukabumi?) sekarang dia singgah kembali di Semarang sebelum ditempatkan di NTT (Nusa Tenggara Tmur a.k.a Nasib Tak Tentu). Mungkin wamil-nya itu memang ada gunanya, siapa tahu ada pertempuran di perbatasan dengan Timor-Timur?

Anyway meskipun tidak seluxurious yang dulu, tapi seperti biasanya, selalu menyenangkan! Setelah kumpul-kumpul dan muter-muter, Genk ONI akhirnya melepas Matin di sebuah kafe meong (baca : sego kucingan) di jalan pemuda depannya Novotel, sekitar tengah malam.

Selamat berpisah ya Tin, dan tetaplah saling mengingat dan kontak. Semoga kesempatan berikutnya kita bertemu, kita semua sudah jadi orang (ya, sekarang masih monyet semua!). Selamat berjuang Tin! Kami semua tahu kok, penempatan yang sedemikian jauh takkan mengecilkan semangat orang sepertmu sedikitpun! Semoga juga apa-apa yang buruk tentang PLN seperti yang kau ceritakan itu, takkan ikut melekat padamu. Buatlah negara ini menjadi lebih baik. Stand out, and we’ll embrace the universe!

pokoke makan!     Last pose!


Good Luck Matin!

Genk ONI 12 Comments »

Sabtu kemarin memang sudah niat malas-malasan saja, TA? emm… lupa lagi deh. Paginya si Adi datang untuk ngopi anime, tak lama kemudian Fian dari Loenpia juga datang untuk ngasih kaos pesenanku yang terlambat dan damn! ternyata nggak muat! (sebenarnya sudah kuduga sih =p), jadilah aku harus menunggu lebih lama dari temen-temen loenpia yang lain untuk make kaos debutan kita itu. duh!

Malamnya, Lagi-lagi aku harus mengucap selamat tinggal pada seorang teman lagi demi mengejar masa depannya. Matin telah diterima kerja di PLN dan seperti halnya Encup dulu, dia akan menjalani latihan perang dulu (wamil) sebelum nantinya harus siap ditempatkan di mana saja di seluruh Indonesia. So sesuai tradisi ONI, acara perpisahan di gelar sabtu itu. Banyak juga Genk ONI yang ikut, antara lain Aku, Matin, Syukri, Vandy, Amed, Kunce, Encup, Latief, Fani dan Jati.

Setelah muter-muter gak karuan, akhirnya diputuskan untuk makan steak saja di Bantumi Bentuman. Sampai disana kok seperti sudah dipersiapkan saja buat kita, ada meja tengah yang pas buat 10 orang. Menjelang malam ternyata kita adalah pelanggan terakhir hari itu jadi bisa bebas ribut tanpa takut mengganggu ataupun malu pada pengunjung lain. hehehe.. Lepas dari Bentuman karena belum puas juga dilanjutkan ke area Jagung Bakar lesehan di Simpang Lima, sudah lama juga nggak ke sini ya. Pokoknya puas lah, thanks ya Tin, thanks teman-teman.

Sebenarnya hari itu juga ada kumpul-kumpul anak elektro subjur Informatika di rumah Dendi. Sorry Den, aku gak bisa dateng, steak jelas lebih menggiur… eh maksudku, ini kan perpisahan buat Matin, ketemunya lagi entah kapan gitu. Kapan-kapan aku diajak lagi ya.

at bantumi     jagung bakar


Kantor, Loenpia, kemudian Semawis

Genk ONI 10 Comments »

Sejak mulai kerja magang ini, aku selalau menganggap weekend adalah waktu yang paling berharga. Karena itu, maka tidak juga TA bisa menghentikanku dari kegiatan keluyuran. Sabtu kemarin pagi-pagi aku sudah di kantor, tentu saja bukan kerja melainkan membetulkan blog yang sempet agak error. Tapi itu bukan tujuan utama, bandwith nganggur kan harus di manfaatkan hahaha.. :-) aku masang donwload untuk ditinggal.

Sehabis dari kantor, anak-anak Loenpia ada kopdar di Cimed, cuman sayang yang hadir kali ini cuman berlima, biang keroknya antara lain adanya seminar WiFi oleh Onno W Purbo di Hotel Pandanaran. Huh! Tapi lumayanlah, urusan pemesanan kaos kayaknya sudah beres. Selain itu sempat dibahas juga permintaan dari panita Blog Award 2006 untuk jadi koordinator daerah Semarang.

Menjelang sore, Encup yang kemarin ditinggal tidak ikut ke Sukorejo, merajuk minta jatah makan-makan. Jadilah Genk-ONI kelayapan lagi. Terhasut oleh tulisan Dendi tentang Semawis, aku usulkan ke Semawis saja. Eh ternyata rame ya. Isinya 90 % penjual makanan. Jadi terbayang sendirilah aroma sepanjang jalan itu.

Pengunjungnya juga kebanyakan warga pecinan sendiri (yang ceweknya cakep2!), jadi kita tampak sedikit mencolok. Yah kan nggak banyak pribumi di sana :-). Tapi ternyata kita tidak jadi makan di sana, Encup meragukan ke-halal-an makanan yang dijual di sana untuk umat muslim. Selepas dari Semawis, kita makan mie di Jalan Kartini dan menghabiskan malam di rumah Lek Su. Sebenarnya mau ke Matin untuk minta maaf tentang salah paham jadwal Sukorejo kemarin (salahkan Vandy!), tapi setelah didatangi ternyata Matin sedang ada urusan kerja. Maaf ya Tin, dan selamat sudah diterima kerja di PLN! Kapan makan-makannya?

We on Semawis     Don't listen to it!


Boku Baka Blog © 2005-2008 Budiyono, Powered by Wordpress and modified GlossyBlue Theme
Ayanami Rei character and Nerv logo is courtesy of Gainax. and a huge thanks to risu-chan, for the best cookies I ever had in my life.
Entries RSS Comments RSS