Into The Horizon

Genk ONI 9 Comments »

Rabu kemarin bolos kerja! Si Amed ulang tahun dan anak-anak semua diundang untuk bertandang ke rumahnya si Sukorejo. Hmm.. sebenarnya bukan diundang sih, tapi mengundang diri sendiri, karena sudah sejak lama rencana ini belum juga kesampaian. Kita sampai di tempat Amed sekitar jam 11, setelah sebelumnya muter-muter kesasar di Kaliwungu, thanks to kekuatan ingatannya Lek Su yang payah! Selain acara makan-makan dan pesta duren (damn, aku kan gak doyan duren babar blas!) kita muter-muter sukorejo dan akhirnya memutuskan untuk ke Curug Sewu.

Terakhir ke Curug Sewu pas SMA dulu, eh ternyata sudah banyak berubah, kini jadi semakin bagus dan bersih, juga banyak disediakan gardu gardu pandang. Ada taman bermain (lengkap dengan roller coaster), kolam renang, dan kebun binatang mini. Tapi yang paling menarik mata di sini adalah pemandangannya yang menakjubkan. Gak nyangka ya masih bisa melihat horizon seluas ini. Pemandangan yang sukar dilukiskan dengan kata-kata, di mana kita hanya tertegun tak kuasa untuk mengalihkan pandangan…

I'm the one!     The Gank

Onta and me     Into the Horizon


Buka Bersama ONI

Genk ONI 1 Comment »

Walaupun masih masuk hari kelima bulan puasa, ternyata Lek Su sudah menyiapkan acara buka bersama buat anak-anak ONI. Memang selama ini seingatku Lek Su belum pernah menyumbang untuk mengadakan acara buka puasa bersama seperti ini. Tahun-tahun lalu itu paling di tempatnya Nino, Syukri, Vandi atau di tempat-ku.

Minggu sore itu kita berkumpul di rumah-nya Lek Su yang baru, saking barunya malah itu rumah belum selesai dibangun. Di tempat itu dia cuma tinggal berdua sama kakaknya. Banyak juga yang ikut hari itu ya. Beberapa memang nggak bisa hadir karena memang masih berada di perantauan (apa kabar Fan?), trus Amed yang pas lagi pulang ke Sukorejo dan Encup yang masih menjalani karantina pelatihan PLN di kedung Mundu. (setelah wamil sekarang pelatihan, hope it worth it Cup!), Dendi yang ikutan di undang juga kebetulan pas lagi di Jakarta. Jadi sore itu yang ikut ada 10 orang : Aku, Lek Su, Kunce, Vandi, Matin, Latif, Syukri, Nino, Pes dan Dany Bra.

Update berita terakhir mereka selain Encup yang masih pelatihan, ada juga Latif yang masih trainee di Bank Niaga, kemudian Matin yang keluar kota melulu proyekan dari kantornya dan.. Pes yang belum juga KP (wuahahahaaa…). Thank ya Lek Su!

buka bersama 01buka bersama 01buka bersama 01


Hoi, Omedetou!

Genk ONI 2 Comments »

Selamat deh buak Lek Su yang baru saja jadian, wuahaha.. paling tidak usahanya patut dikagumi. Dengan pengorbangan yang dila-gilaan ditengah ejekan teman-teman yang menggila, tapi Lek Su tak bergeming dan terus maju. Eh dapet juga ya. Trus hari itu semua genk ONI ditraktir makan steak di Mama Mia, ya nggak semua sih, aku sama Encup nggak ikut…

Makanya sore hari ketika dia nelpon, langsung aku teriak.. “Woi, aku belum dapat Steak!!!!” eh.. lha kok ternyata memang dia nelpon buat ngajak aku sama Encup makan. Wah jadi nggak enak. Sorry lho Su, cuma bercanda sebenarnya.
Ya wis, malem itu makan bareng-bareng berempat (Aku, Encup, Kunce dan Lek Su) di Waroeng Steak di kampung kali. Encup kebetulan waktu itu baru saja pulang dari ngurus kerja di Jakarta (Siemens ya?) cuma berita terakhirnya sih nggak jadi diambil soalnya tempat kerjanya bakalan di Balikpapan! ^_^; Kenapa Cup? takut kalah saingan sama suku lokal? hehehe.. Selamat deh Su, semoga cepet dapat pacar lagi dan cepet ntraktir lagi pula. hehehehe….

Ah ah semuanya sudah melangkah jauh ya. genjitsu wa boku yoku wakaranainda…

Nyam nyam!     Nyam nyam nyam!


Fani’s 2nd Homecoming

Genk ONI 11 Comments »

Libur tiga hari kemarin merupakan waktu yang berharga bagi orang-orang di perantauan, banyak yang pada pulang kampung. Si Acong pulang ke Jakarta (pulangnya bawa hp baru malah), sedang si Fani pulang dari Jakarta ke Semarang. Seperti biasa pula semua anggota genk diperintahkan berkumpul, nggak tahu apakah motivasinya untuk berjumpa dengan teman lama yang sudah lama tidak berjumpa ataukah juga mengharapkan traktirannya.

So jumat malam itu, semuanya berkumpul di Kuncoro, sudah lama juga kita nggak kumpul lengkap begini (yah harus diakui ehmm… ada satu yang gak bisa datang karena suatu hal, tapi itu masalah lain sih). Semua sudah pada sibuk, ada yang ngebut ngerjain TA, ada yang mau kerja atau ada juga yang belum KP (hehehe.. halo Pes sama Alim?)

Sudah jadi tradisi yang mengalir secara alami bagi anggota ONI, kalau ada teman yang lagi kesusahan pasti dijadikan bahan omongan dan ejekan hihihi… Semuanya juga memanfaatkan semaksimal mungkin, kapan lagi bercanda dan mengejek sepuasnya begitu dan memang kayaknya sudah pernah mendapat giliran menjadi korban. Well, malam itu rupanya nasibku. Ini gara-gara aku ditinggal kawin sama si Iswi. What the.. memang kenapa? heran aku. Kita bukan apa-apa kok, we were just hangout friend. Dengan ego sebesar ini, it would take something bigger than that to bring me down! Hehehe.. But in a fun kind of war, there should be someone who play the helpless victims, dan malam itu memang giliranku. Asem ik! Dan memberikan pembelaan apapun juga percuma, 12 orang lawan 1 jelas nggak mungkin menang! Ah sudahlah, enyek’a sakarepmu, sakpuasmu!

Tempat pertama yang dituju adalah PRPP, hahaha… merakyat banget ya? biarlah, cuman karena kemalaman ya jadinya kongkow2 thok disitu nggak ngapa-ngapain, malah nyari camilan di sebuah cafe meong dekat situ (baca : warung sego kucing). OK, perhentian selanjutnya adalah Bakso Pak Petruk di jalan Indraprasta. Baru pertama kali ke sini aku, baksonya aneh, cuma dapet satu thok tapi gedenya setengah mati! Dulu pernah nyoba sih yang model beginian, tapi bukan disini.

Malam sudah beranjak semakin larut, selanjutnya adalah nongrong di SMU3 Semarang, wah kalo ini membawa kenangan-kenangan masa muda dulu. Kebetulan besoknya akan ada konser musik (mendatangkan Club Eighties kalo nggak salah) jadinya suasana disana juga rame banget, lagi persiapan. Ada kisah yang cukup menegangkan juga nih ya, perasan tiap kali kita keluar malam kok leibatkan hal-hal yang berhubungan dengan Kamtib ya. Waktu kita lagi duduk di depan balai kota kemarin..eh tahu-tahu mobil Kamtib mendekat, satu pasukan penuh, malah sudah sempat menepi. Untunglah cuman ngeliatin kita saja. Pada waktu itu kita langsung pasang tampang tidak berdosa, ya model-model anak baik-baik gitu lah. Syukurlah nggak ada apa-apa, padahal si Matin sudah ketar-ketir karena nggak bawa KTP. (^_^)

Wah, satu lagi malam yang menyenangkan teman-teman, terima kasih ya!
Buat Fani sama yang lain : Gambar-gambar malem itu dapat dilihat di alamat ini :
http://genk-oni.budiyono.net

onies     onies     onies


Bakarlah Ikan dan Hangatkan Persahabatan!

Genk ONI 7 Comments »

Siapa yang bilang kalau TA (Tugas Akhir) itu cuma bikin pusing? Ternyata TA juga bisa bikin kenyang! Temanku Jati (a.k.a) Lek Su, telah membuktikannya bersama kami, the super duper ganks of Onies!

Ini cerita hari minggu kemarin. Setelah pulang dari Dendi dan tersemangati untuk bikin TA lagi aku buka buka lagi buku tentang Symbian. Baca-baca bentar dan mungkin akan coding-coding dikit sampai akhirnya ada sms masuk.. “Bud, ngko sore masak iwak ning nggon-mu, iso rak?“. Heh? Masak ikan? Wah jadi juga ya -pikirku dalam hati- soalnya dulu memang sudah ada rencana sih. Waduh gimana nih? Mau mulai bikin TA apa pesta makan-makan ikan ya? Setelah berpikir sebentar (percayalah sebentar banget! :)) aku setuju.

Ikan ikan ini bukan sembarang ikan seperti yang telah aku sebutkan diatas, ini adalah subjek penelitiannya si Jati. Ikan-nya pun bervariasi mulai dari gurami, kerapu, lele dll. Dia membangun program pengenalan jenis ikan dengan metode pengenalan citra. Mungkin si Jati sudah merencanakan-nya sejak pertama dia menentukan jenis ikan yang akan dia teliti (yaitu ikan yang nantinya bisa dimakan!). Yah seperti kata pepatah “Habis manis sepah dibuang“, maka di sini berlaku “Habis diteliti, ikan di makan..”

Teman-teman mulai kumpul sore hari. Jati, Kunce, Encup, Nanto, Vandy, Sukri dan Dendi. Too bad Dendi harus pulang duluan sekitar jam 8, so dia gak ikutan makan-nya. Matin juga terpaksa nggak bisa ikut karena masih ngurusi lomba 17-an di kampungnya (jangan khawatir Tin, kami sisakan kok foto-fotonya. hahaha…). So semuanya berjalan lancar sampai akhirnya kita harus membakar ikannya. Aku sekarang tahu mengapa tempat-tempat pemancingan ikan masih saja rame. Karena memanggang ikan itu sangat sulit! Mulai dari membersihkan ikan, menyalakan arang dan tungku, mengipasi dan menjaga nyala api, memberi bumbu dan sebagainya. Apalagi tidak ada instruction manual atau readme-nya yang jelas tentang semua itu. Yang jelas lebih dari dua jam dibutuhkan hanya untuk membuat tungku terkutuk itu untuk menyala dengan benar! Maklumlah amatir semua. Mungkin kalo dihitung-hitung energi kalori yang kita keluarkan selama mengerjakan proses itu nggak tertutupi deh kalo diganti dengan kalori hasil makan ikan itu. :)

Sekitar jam 11.30 malam akhirnya semuanya selesai. Fiuh.. akhirnya! Lumayan juga, memang sih rupa ikan yang kami hasilkan jauh dari yang biasanya dibeli di Jimbaran, mungkin lebih mirip hasil dari sisa-sisa akuarium yang kebakaran daripada ikan hasil panggangan. Tapi walau tampilannya nggak meyakinkan, tapi rasanya OK punya. Ini nih cita rasa dari jerih payah dan kerja keras.. hehehe. Thanks ya teman-teman, malam itu menyenangkan sekali, sampai capek rahang ini karena tertawa terus!

perjuangan awal...     hard works finally paid off...     selamat makan...


Long Night Ride..!

Genk ONI No Comments »

Ini kisah malam minggu kemarin. Mas Eka, alias masnya Dendi menikah, resepsinya di gedung wanita. Jadi sore itu aku ama anak-anak yang kebetulan siangnya main ditempatku kumpul dulu di Kunce. Eh pas banget si Jati juga nongol di tempatnya Kunce, heran dia kok rame amat pakaiannya pada rapi lagi..weleh singkat cerita akhirnya si Jati ikut juga sampai dibela-belain pulang dulu ganti baju. Tapi untung ada Jati ya..jadinya bisa naik mobil. Aku nggak bisa membayangkan ke tempat resepsinya pake motor, kayaknya pake mobil semua..untung deh, kebetulan banget.

Resepsinya rupanya cukup cepat juga, walau sudah mulai sepi, kita-kita tetap saja ambil-ambil makanan, kapan lagi hehehe.. Ketemu si Dendi juga yang pake Beskap Jawa, ampun nggak cocok banget (Den kayaknya pakaianmu yang paling cocok itu yang celana pendek dan kaos putih compang-camping yang kamu pakai kalo bukain pintu pagar pas aku main ke rumahmu itu lho..hehehe becanda! :-) ). Sekitar setengah sembilan kita pulang, but the ride still goes along..

tanjung mas nih

Dari resepsinya Dendi..eh Eka kita terus muter-muter Semarang tak tentu arah sampai akhirnya memutuskan untuk ke rumahnya Matin (nagih makan-makan nih, Pilkada-nya sukses!) eh ternyata Matinnya nonton Beach Volley wanita di Mugas (Tin, kok tau aja sih kalau ada tontonan “bagus”?) Tapi tetep aja kita tunggu pulangnya. Kira-kira setengah jam ngomong ngalur-ngidul sambil nungguin, akhirnya nongol juga Matin. Matin akhirnya kita culik dipaksa ikut muter-muter, sebelumnya tak lupa kita rampok dulu bahan-bahan makanan dan minuman dari warung-nya. Maaf ya Ibu-nya Matin, tagihannya charge aja ke Matin hehehe…
First stop, Tanjung Mas. Ternyata indah juga ya pelabuhan ini kalo malam lampu-lampunya mempesonakan. Angin lautnya membelai kulit dengan lembutnya, dan suasana pekerjaan pelabuhan yang nggak ada habisnya. Tapi walau begitu hati ini deg-degan juga, soalnya ya karena penampilan kita yang nggak mecing ama suasana sekitar.. habis kondangan gitu lho, nyolok banget seperti orang habis kondangan yang kesasar di pelabuhan (eh emang iya) :-)

Next, Marina Rencana ini terpaksa gagal karena kita nggak diperbolehkan masuk sama satpamnya, mungkin kuatir juga kali ngapain tengah malam gerombolan berisik kayak gini masuk kawasan villa.. Lanjut lagi ke Jalan Pemuda depan SMU3. Di sini ada kejadian menarik nih. i depan SMU3 banyak sekali anak-anank (mungkin SMA?) pada naik motor yang berkumpul, sekitar 30-an orang. Mobil Lek Su mulai merapat ke tepi.., rencananya sih kit mau ikutan kongkow di situ sambil makan-makan..eh tak tahunya anak-anak tadi tanpa di komando langsung kabur terbirit-birit dengan muka yang ketakutan. Kita juga jadi ikut-ikutan takut nih.. Oalah..rupanya mereka takut sama kita, kita dikirain petugas kali… Hehehe.. Apa mukaku segalak KamTib ya? Ck..ck..

Terakhir kita ke Simpang Lima aja di Deket Undip jalan Imam Barjo, makan-makan (memang, boleh aja habis makan-makan di kondangan, tapi kalu ada makanan lagi ya di embat lagi..) disana dan menolong anak yang roda sepedanya lepas (serius nih), ada-ada aja… Finally we’re exhausted, we back to Kunce and went home. I reach my bed and look at the clock, It’s 2.0 AM already..



Boku Baka Blog © 2005-2008 Budiyono, Powered by Wordpress and modified GlossyBlue Theme
Ayanami Rei character and Nerv logo is courtesy of Gainax.
Entries RSS Comments RSS