Selamat Jalan Sri..!

Kampus, Personal 22 Comments »

Walaupun cowok, namanya Sri, panggilannya juga Sri. Lengkapnya Sri Hariyono. Temanku kuliah satu angkatan di Teknik Elektro Undip, kalau aku di konsentrasi spin-off nya, Informatika dan Komputer, dia di jurusan core-nya Elektronika dan Telekomunikasi. Pertama kali kenal Sri, pasti menyangka kalo dia itu sedang marah, padahal enggak, bicaranya memang ceplas-ceplos, langsung to the point. Tapi begitu kenal lebih jauh orangnya ternyata enak, hangat dan seorang teman yang setia. Dia juga sering menjadi sasaran latihan jurus “Cekikan Gorilla”-ku. :d Dan walaupun jarang ikut ngumpul, dia juga salah seoarang yang mempunyai topi official “Genk ONI”. Masih kau simpan kan Sri?

Dia tipe mahasiswa yang berdedikasi, benar2 mencintai apa yang di lakukan. Sri juga tipe manusia Lab. Dia setahuku adalah termasuk sedikit di antara mahasiswa Elektro yang benar2 tahu apa fungsi berbagai macam alat di Lab, benar-benar akrab dengan osciloscope, audio function generator, dan berbagai alat2 lain yang namanya sendiri aku pun tak tahu. Dia tipe orang yang tetep bisa emerge, menjulang, di tengah kesederhanaan dan keterbatasan.
Read the rest of this entry »


Akhirnya… Wisudaku!

Kampus, Personal 14 Comments »

Akhirnyaaaa, setelah 5 tahun 10 bulan menempuh studi, tiba juga wisuda bagiku. Wisuda Undip ke-103 ini untukku berlangsung tanggal 24 dan 26 Juli 2006, sudah lumayan lama memang, tapi baru sempat posting sekarang. Kayaknya kalo acara wisuda nggak diposting kok nggak afdol kali yah.

Ya, berarti hampir 6 tahun aku habiskan muter-muter di kampus tembalang tercinta itu. Tapi sungguh I have no regret at all, I enjoyed every second I spent there. 6 tahun yang aku lalui itu bukan hanya sekedar jalan lurus menuju lulus, banyak hal yang dilalui, walau berat tapi menyenangkan! Mulai menjadi asisten dan koordinator praktikum, pengurus himpunan mahasiswa, pengurus koperasi mahasiswa, pengurus laboratorium, panitia acara / seminar, Kerja Praktek sampai 2 kali di jakarta! (duh), hidup terpencil sebulan selama KKN, KKL, dll.. you name it! hehehe.. eh kecuali yang menjurus ke politik, seperti BEM dll, nggak tertarik blas aku.

Di luar kampuspun tak kalah menyenangkan! Ya tentu kita harus tetap fokus ke studi, tapi sesekali melongok keluar tak apalah, mahasiswa gitu loh! Hm, kalau aku tengok ke belakang.. dulu pernah jadi guru privat bahasa inggris untuk anak2 sekolah, menyenangkan! terus pernah jadi tutor linux di sebuah lembaga pelatihan, terus pernah juga jadi desainer di sebuah majalah. Ya. semuanya memang tak ada yang bertahan lebih lama dari 6 bulan, itulah enaknya, karena kita kerja tapi tanpa beban. Terakhir yang baru selesai bulan Mei yang lalu adalah kerja di Telkom Divre 4 selama setahun. Kalo yang ini lumayan seram, soalnya benar-benar ngabur meninggalkan kuliah! Tapi semuanya menghasilkan berbagai cerita yang berharga, jadi bagi kalian yang mahasiswa.. nikmatilah sepuasnya. Take your time lah!

Balik lagi ke wisuda, beruntung aku masih sempat di wisuda oleh rektor favorit semua mahasiswa Undip, Prof. Eko Budiharjo. Walaupun rektor baru sudah terpilih, namun belum secara resmi mengemban tugasnya. Seperti biasa Pak Eko yang juga budayawan jawa itu membacakan puisi-puisi dan joke-jokenya yang segar dan kadang tajam. Dan yang istimewa hari itu bagi kami dari teknik Elektro adalah kami berkesempatan untuk foto bersama secara pribadi dengan Pak Eko! Setelah prosesi wisuda selesai kami “menyelinap” ke belakang panggung untuk mengambil gambar dibawah itu. Yah, ini sedikit pake KKN juga. hehehe

Tentu saja, walaupun bagi seorang mahasiswa, sebuah wisuda merupakan akhir dari sebuah masa studi, namun sebagai seorang manusia bisa dianggap sebagai masa awal ke masa kehidupan selanjutnya, yang katanya adalah kehidupan sesungguhnya yang penuh tanggng jawab. Well, ready or not, here I come!!!

Prof Eko and Us
Bersama Prof. Eko : Beliau adalah salah seorang yang aku kagumi. Seriously!


Dreams that can’t be realized alone…

Kampus, Personal 6 Comments »

Pheeff, just got back from the first graduation rehearsal. The actual graduation itself will be held… errr… approximately 7 hours from now. Wait a minute… “first graduationâ€?? Yeah, because there will be two graduation. First graduation is Faculty graduation and the second is University graduation. You can guess what the formal meanings are from their name, while the de facto meanings is like this : Faculty graduation is the serious one, where everything is done sacredly in order, like we have our parents accompany us to the stage, etc; yeah it is almost “religious” if I may say. The second graduation, according to the common rumors, is more like celebration and less ceremonial. Many of the students, instead taking their relatives, they take their gf or bf with them. Sure, it would be nice… if you have one! And the fact that you spend almost six years to finish your study, doesn’t guarantee that you will have one! (this is the moral of this story, hehehe..!)

These situations remind me to one of old Clamp’s manga “Wishâ€? which has a tagline : “There must be wish that can’t be realized aloneâ€?. Well, I never knew that it would take me so long before I understand that words completely… by practice. Yeah, so this is one kind of those wishes, a dream that can’t be realized no matter how hard you try, as long as you’re alone. And I better to get used to these situations, because I know more and more are still to come as I continuously face adulthood. But thanks God, everything is not so gloom and doom for me. I never got lonely too long, I have best friends around. Not one, not two, not three, but a whole bunch of a gang, and even more. Sure, some are already graduated and left back there, but we’re never lost contact. Thank you guys! You’re the best! Watashi-tachi wa sekai ni saiko!

pose up

After the rehearsal : one of the last pose as undergraduated.. hehehe.


Photo Jadul Ospek!

Kampus, Personal 19 Comments »

Foto di bawah itu adalah dua dari lima foto jadul yang aku temukan di komputernya Nopek, yang waktu itu sedang digunakan untuk seminar Tugas Akhirnya Iyudh. Walah, ternyata adalah scan dari foto masa Pekik dulu. Ospekku dulu namanya Pekik, gak tahu singkatan dari apa, sudah lupa sih. Kenapa malah di saat-saat terakhir begini ya aku baru bisa melihatnya ya? Ospek memang sangat tidak enak untuk dijalani, tapi sangat menyenangkan untuk dikenang. Beruntungnya bagi yang masih bisa merasakan ospek, karena sejak tahun 2003 yang lalu Ospek di lingkungan Undip telah dihapuskan. Tahun 2002 adalah tahun terakhir ospek, yang dipegang oleh angkatanku (angk. 2000), jadi beruntunglah kami, masih bisa sempet balas dendam. Hehehe..

Nunduk Dik!     Nunduk Dik!

Berhubung masih masa tahun ajaran baru, gak papa lah ngomogin ospek. Hmm.. coba lihat benda apa saja yang masih bisa kuingat untuk kami bawa dulu semasa ospek.

  1. Rompi dari koran
  2. Topi toga dari karton warna biru dengan rumbai-rumbai rafia merah.
  3. Kacamata tiga dimensi, mata kiri plastik merah, mata kanan plastik biru.
  4. Jam tangan yang mati di jam xx:xx (tepatnya lupa).
  5. Kalung dengan liontin karton bergambar logo HME (Himpunan Mahasiswa Elektro).
  6. Sepatu hitam, kaos kaki selutut dan tali sepatu rafia warna biru.
  7. Papan nama.
  8. Nasi dan telur rebus, dibungkus kertas ungu.
  9. Dua botol minuman warna coklat, di botol warna ungu.
  10. Roti yang berbentuk resistor dengan beberapa nilai hambatan yang berbeda (lupa juga rinciannya).
  11. Pisang separuh direbus, separuh lagi digoreng.
  12. Pisang. Trus apa lagi ya.. lupa
  13. Plus sebarek tugas tertulis… gambar denah kampus, soal2 mata kuliah, makalah, salinan berita di TVRI, dll.

Terus waktu itu juga ada undang-undang ospek yang sampai saat ini terus terngiang :
Undang Undang Ospek

  1. Senior selalu benar!
  2. Junior tidak boleh merasa benar!
  3. Jika junior benar, lihat kembali peraturan no.1!

Walah, yang jelas undang2 seperti itu tak akan pernah lolos di KomNasHam deh! Hehehe… Selain itu dulu juga ada Mars Ospek, sayang aku sudah banyak lupa liriknya.

Kalau dipikir-pikir lagi sekarang ini.. mungkin yang aku pikirkan adalah What The Hell? Kok bisa-bisanya (dan mau-maunya) ya dulu kami melakukan itu semua. Beberapa hari berturut-turut tidak pulang dan tidak tidur (dan memang tidak boleh, keesokan paginya dicek, mata mahasiswa baru harus merah semua!) kemudian siangnya dibentak-bentak dan dibantai bergilir oleh tiap angkatan atas. Yah, mungkin kekuatan muncul karena keterpaksaan. Buktinya, kami dulu sempat takut kuatir keracunan makanan tapi nggak pa pa tuh. Keracunan? Ya, karena kami menggunakan kertas krep untuk tiap warna ungu yang kami gunakan, dan kertas itu luntur kemana-mana termasuk ke makanan. Belum lagi spidol warna-warni digunakan dalam membuat roti resistor! Ya.. tentu saja kami harus makan semuanya.

Trus yang memperhatikan item nomor 12 di atas pasti bingung, pisang? Kok biasa banget! Oh wait, till you see it in action! Pisang itu dimasukkan dalam kaos yang kami pakai, trus dari lapangan kampus kami harus tengkurap dan merayap sampai ke gedung lantai tiga sambil digeburin air sebanyak-banyaknya. Kebayang kan apa jadinya pisang-pisang itu dalam kaos? Huek! Sesampainya diatas, dibagi menjadi beberapa kelompok yang masing-masing terdiri dari puluhan orang, dan harus bisa berkumpul dalam area 1×1 Meter! Whua.. dan masih banyak kisah lainnya. Angkatan 98 yang mengospek kami memang melakukan tugasnya dengan baik, kelewat baik! Tapi konon ospek di Teknik Elektro belum ada apa-apanya, dibandingkan dengan ospek legendaris pada jaman itu, yaitu Ospek di Teknik Mesin dan Teknik Planologi. Dari ceritanya sih benar-benar mengerikan! Mungkin terlalu sadis untuk ditulis di blog! hehehe…

Namun sebuah ospek, jika memang dilakukan dalam batas yang wajar, akan meninggalkan kesan yang berguna. Boleh dibilang itu adalah cara untuk mempersatukan kami secara instan. Dan lihat saja foto kedua itu, foto ketika ospek telah berakhir. Hahaha.. kami mengakhiri semua derita itu dengan tawa yang lebar!

Eh, ada yang tahu di foto itu aku yang mana? Gundul semua sih ya.
Ya..ya.. aku tahu kalian akan ngomong apa… yang badannya paling besar itu!!!



Boku Baka Blog © 2005-2008 Budiyono, Powered by Wordpress and modified GlossyBlue Theme
Ayanami Rei character and Nerv logo is courtesy of Gainax.
Entries RSS Comments RSS