Mononoke Hime

Anime, Movies, Otaku Stuff 10 Comments »
mononoke hime Mononoke Hime (Princess Mononoke), salah satu film karya Hayao Miyazaki, produksi Studio Ghibli tahun 1997. Kepopulerannya hanya bisa disaingi oleh Sen to Chihiro Kamikakushi (Spirited Away) dan Haaru no Ugoku Shiro (Howl’s Moving Castle) yang keduanya juga produksi Studio Ghibli. Mononoke Hime adalah all time box office movie in Japan sampai beberapa bulan sebelum akhirnya digeser oleh film Titanic. Ketika diproduksi, Mononoke Hime adalah film animasi dengan biaya terbesar yang pernah dibuat, mencapai 2,4 milyar Yen. Pertama kali nonton film ini ketika ditayangkan pada Festival film Jepang oleh Sastra Undip, sekitar tahun 2001. Seteah itu langsung jatuh hati :x Kemudian akhirnya bisa hunting, dapat dvd botlegnya di Jakarta, kini setelah join di Id-Anime, aku dapat fansub KAA nya.

Mononoke Hime, seperti banyak film Ghibli lainnya banyak bercerita tentang, alam, roh-roh, dan hubungannya dengan Manusia. Bagaimana manusia bertanrung dengan alam untuk mengeruk sumber dayanya dan bagaimana alam bertahan diri. Peperangan ini diceritakan lewat sudut pandang Ashitaka, seorang pangeran dari Suku Emishi yang menyelamatkan desanya dari serangan Nago, babi hutan yang telah menjadi demon, karena besarnya kebencian dan rasa sakit (ditubuhnya bersarang peluru yang menggerogotinya). Ashitaka tekena kutukan kutukan pada tangan kanannya setalah membunuh Nago, kutukan itu membuatnya menjadi kuat dan juga membunuhnya perlahan-lahan.

Dalam perjalanan mencari cara membuang kutukannya itu, ia terlibat peperangan antara sebuah kota pengolah biji besi dengan hutan disekitarnya, yang diwakili oleh suku Babi Hutan dan Suku Moro (Serigala). Disalanalah diperkenalkan San, sang Mononoke Hime. Sejak kecil San diasuh oleh Shisigami (Dewa Serigala). Orang tua San dulu menyerahkan San untuk dimakan segiala demi menyelamatkan nyawa mereka sendiri. Sejak saat itu San menolak eksistensinya sebagai menusia dan ikut berperang mempertahankan hutan bersama suku Moro. Dan ceritanya pun semakin seru… terlebih setelah pertemuannya dengan Ashitaka… Pokoknya ceritanya sangat indah, gak rugi aku nonton berkali-kali :d

Download aja langsung : [KAA] Mononoke Hime [1,9 GB] High Res
credit goes to Id-anime

Read the rest of this entry »


This is Loenphiaaa…!!!

Asal Posting, Movies 13 Comments »

Kalau sudah nonton film 300 yang beken itu, pasti tahu dua kalimat yang sangat terkenal di film itu. Pertama : “Madness? This is Spartaaaa..!!” dan yang kedua “Tonight, we dine in hell..!!“. Saking bekennya kalimat itu muncul di mana-mana, malah ada yang membuat parodi-parodinya di sini. Nah, belum ada parodi versi Indonesia banget kan? Nah ini dari aku.. Enjoy!!! :d/
Read the rest of this entry »


Satu Liter Air Mata dan Sinetron Indonesia

Crapy Crap!, Movies, Otaku Stuff, Thought & Opinion 215 Comments »

aya ikeuchi
Ikeuchi Aya (gambar diambil dari channel-ai)

Baru saja aku lihat iklan sinetron di RCTI, berjudul “Buku Harian Nayla“, dan gak tahan untuk menulis ini. Cuma butuh waktu 5 detik bagiku untuk menyadari bahwa sinetron ini jiplakan dari Ichi Ritoru no Namida ( 1 リットル�?�涙), sebuah dorama Jepang. Ichi ritoru no Namida (One Litre of Tears) bercerita tentang Aya Ikeuchi, gadis SMU berusia 15 tahun yang menderita penyakit Spinocerebellar Degeneration yang membuat dirinya kehilangan fungsi otak kecilnya. Penyakit Aya ini berkembang sangat cepat dan Aya perlahan namun pasti menghadapi kematian.

Doramanya sendiri menceritakan perjuangan Aya untuk tetap bisa menjalani hidupnya dengan sebaik-baiknya, walaupun halangannya bukan main… apalagi menjelang akhir cerita, ketika penyakitnya semakin parah sehinga untuk berbicara saja dia tak mampu dan harus menggunakan papan kata yang ditunjuk memakai jari untuk berkomunikasi. Pokoknya Dorama ini wajib ditonton bagi yang menghargai hidup, ceritanya bukan mengeksploitasi kesedihan, tapi menginspirasi tentang kehidupan. Oh ya, walaupun berjudul Satu Liter Air Mata, lebih baik siapkan satu botol galon kosong, untuk menampung air matamu ketika menonton dorama ini. Damn! harusnya dorama ini berjudul One Gallon of Tears! :((

Dorama ini mengadaptasi dari sebuah kisah nyata yang dialami oleh Kitou Aya. One Liter of Tears (A Diary of with Tears) adalah judul buku diary yang ditulis oleh Aya. Buku harian ini ditulis oleh Aya Kitou selama ia menghadapi penyakitnya itu, ia terus menulis sampai akhirnya ia tak lagi mampu lagi memegang pena. Buku harian Aya ini kemudian diterbitkan dan banyak menginspirasi orang-orang, baik yang menghadapi penyakit yang sama maupun yang bersyukur masih diberi nikmat kesehatan oleh-Nya. Kabarnya buku ini telah terjual 18 juta copy! Oh iya, buku harian itu diterjemahkan dalam bahasa inggris (still ongoing) oleh Kiwi dan Pye di sini.

one liter of tears
buku one liter of tears (gambar diambil dari Wiki.ThePPN)

Kembali ke sinetron Buku Harian Nayjis tadi, menurut informasi di situs resminya, Cerita dan Skenario ini ditulis oleh Serena Luna. Anjrit! udah mbajak, nggak ngaku pula! Memang, sudah bukan berita baru lagi kalo sinetron itu banyak yang bajakan dari dorama jepang, tapi kali ini kok ya tega banget gitu ya? Hey Serena Luna (siapa sih nama aslimu? dasar ciken!) tahu nggak sih kalau cerita yang kamu bajak itu adalah kisah nyata? Care ngak sih kalau tokoh yang kamu bajak itu bukanlah hasil karangan semata? Ada orang sebenarnya, (yang kini telah beristirahat di alam sana), Ada keluarganya juga, Ada perjuangan yang sesungguhnya, dan ada penderitaan yang sesunguhnya! At least berikan credit ke mereka. Kita harus banyak belajar dari mereka, bukan malah mbajak habis. Kampret kamuh! Kampret SinemArt! Gak usah ditonton! Kesenengen mereka, aku lebih rekomend nonton dvd bajakannya (karena memang ngak tersedia di sini) daripada nonton sinetron bajakannya! >:p
Read the rest of this entry »


Densha Otoko to Dare mo Shiranai

Movies 3 Comments »

Weekend Kemarin aku habiskan dengan malas-malas saja (memang sih biasanya juga sama). Efek capek dari jalan ke kantor sebelumnya juga belum habis. Dua film ini aku dapat beberapa hari sebelumnya dari Syukri eh.. adiknya Syukri ding, baru hari minggu kemarin sempet nonton. Konon dua film ini berdasar pada kisah nyata.

Densha Otoko (電車男)
densha otoko

Densha Otoko (Train Man) adalah film romantis keluaran tahun 2005. Film ini disutradarai oleh Masanori Murakami dan mengambil ide cerita dari serangkaian thread pada Japanese BBS2 channel yang terkenal, semacam messege board online gitu lah. Densha Otoko adalah nickname sang tokoh utama di board tersebut. Selain dibuat menjadi film layar lebar, cerita tentang Densha Otoko ini juga disadur menjadi novel, manga, serial TV dan juga anime.

Film ini bercerita tentang seorang otaku freak yang jatuh cinta pada seorang office lady yang ia selamatkan dari gangguan orang mabuk di kereta. Si Densha Otoko (semua tokoh di film ini tidak disebutkan namanya) ini berusia 22 tahun dan benar benar menyedihkan kalo soal wanita, cenderung introvert dan kemampuan sosialnya rendah. Dengan bantuan teman-teman maya-nya yang terus mendukungnya lewat messege board online, si Densha Otoko bertekad mendapatkan cinta sang office lady. Walaupun ceritanya standar, tapi film ini unik juga, penuh dengan adegan-adegan simbolik seperti layaknya film psikologis saja. Adegan klimaksnya juga unik sekali, si Densha Otoko dengan memakai kaos Gundam akhirnya mengatakan “ai shiteru” ke si office lady di tengah jalan akihabara, disertai dengan kambang api ASCII yang indah dilangitnya. review yang cukup lengkap ada di sini.

Nonton film ini agak malu juga ke diri sendiri, sedikit banyak di mirip aku (uhuk-uhuk!, sambil nglirik model Gundam Zazabi yang bertengger di CPU-ku saat ini), eh tapi dia much better ding, lha wong mendapatkan cinta-nya di usia 22… wahahaha!

Dare mo Shiranai (誰も知ら��)
dare mo shiranai

Dare mo Shiranai (Nobody Knows) merupakan film keluaran tahun 2003 yang disutradari oleh Kore-eda Hirokazu. Film ini terinspirasi oleh kisah nyata yang dikenal sebagai “Affair of the Four Abandoned Children of Nishi-Sugamo“. Film ini menceritakan tentang 4 orang kakak beradik yang hidup bersama ibunya, secara tidak biasa. Walaupun hidup rukun bersama, mereka mempunyai ayah yang berbeda-beda. Mereka tidak pernah pergi ke sekolah dan tidak pernah ada secara legal. Keluarga itu hidup berpindah pindah. Kepada pemilik apartemen Kyoko (sang Ibu) hanya mengaku punya satu anak, yaitu Akira (anak tertua yang berusia 12 tahun) dan suaminya ada di luar negeri. Sedangkan anaknya yang lain diselundupkan ke apartemen secara diam-diam, dua diantaranya biasa disembunyikan dalam kopor baju.

Meskipun demikian, mereka hidup saling tolong menolong secara rahasia di apartemen tersebut, setia menunggu kepulangan ibunya. Keadaan mulai genting ketika Ibu mereka tidak pulang lagi, tanpa alasan yang jelas, mungkin sedikit yang tersirat adalah kata-kata sang ibu sebelum pergi “Aku juga berhak untuk bahagia kan?”. Sejak saat itu, dimulailah perjuangan mereka untuk bertahan hidup, pada awalnya mereka masih bisa menjalaninya dengan baik, berhemat dan meminta uang dari ayah-ayah mereka. Bahkan Akira sempat menjalin persahabatan dengan anak-anak di lingkungan sekitar, termasuk Saki, murid SMP kesepian yang sangat care terhadap mereka. Waktu terus berjalan tanpa ada kabar dari Ibunya lama kelamaan keadaan makin memburuk, tidak ada lagi uang atau makanan yang tersisa, aliran alir dan listrikpun diputus, mereka hidup mengandalkan keran air di taman dan makanan pemberian pegawai supermarket yang kasihan terhadap mereka. Keadaan terus bertambah buruk hingga akhirnya sang adik terkecil tak mampu lagi bertahan… Review yang cukup lengkap ada di sini.

Film sepanjang 141 menit ini menceritakan kondisi mereka dari dalam, dengan demikian indah, peristiwa-peristiwa renik yang mereka alami, dan bagaimana mereka menghadapinya. Btw, Pemeran Akira, Yuuya Yagira (14 tahun) terpilih sebagai aktor terbaik dalam Festival Cannes 2004 lewat perannya yang memukau di film ini. Sedikit tips, sebaiknya siapkan suplai tisu yang banyak sebelum menonton film ini!


Hinokio (ヒノキオ)

Movies 4 Comments »

Kemarin, nonton film Hinokio, bagus sekali. Sudah lama gak nonton film yang menyentuh. :-) Tentang seorang anak introvert bernama Satoru (sifatnya mirip Shinji Ikari deh)yang menjalani kehidupannya melalui sebuah robot bernama Hinokio. Semuanya berubah ketika ia (melalui Hinokio) bertemu dengan gadis tomboi (yet so kawaii) bernama Jun. Ada yang udah nonton?

Copy paste dari sini: After an accident in which his mother dies, Satoru stops going to school, spending his days confined to his room. His sole link with the outside world is through a robot named Hinokio, which Satoru manipulates via his computer. Hinokio becomes Satoru’s eyes and ears, taking him on an amazing life-changing journey. Through Hinokio, Satoru makes friends and even falls in love for the first time. This is a touching coming-of-age drama, which will blow audiences away with its stunning visual effects.

Jun & Hinokio


Boku Baka Blog © 2005-2008 Budiyono, Powered by Wordpress and modified GlossyBlue Theme
Ayanami Rei character and Nerv logo is courtesy of Gainax. and a huge thanks to risu-chan, for the best cookies I ever had in my life.
Entries RSS Comments RSS