Pertanyaan Tentang Jalan

Asal Posting, Thought & Opinion 12 Comments »

jalan

Multiple Path, Multiple Effort, Single Result?
Dikisahkan, Sewashi adalah nama cucunya Nobita. Ia datang dari masa depan bersama Doraemon yang diberinya tugas untuk memperbaiki kehidupan kakeknya itu yang benar-benar madesu. Kemudian muncul keraguan dalam diri Nobita, sang kakek, apabila ia memperbaiki kehidupannya sekarang bukankah nanti masa depannya akan berubah? Bagaimana dengan nasib Sewashi? Akankan ia jadi dilahirkan kelak? ataukah ia akan menghilang tertelan paradoks waktu? Bukankan setelah Doraemon datang, istrinya di masa depan juga akan berubah? dari Jaiko (adiknya Giant) menjadi Shizuka si bunga kampung?

Tapi ternyata (kata Sewashi), untuk mencapai sebuah tujuan yang sama, cara yang digunakan bisa bermacam-macam. Kalo gak salah waktu itu ia mencontohkan bagaimana cara untuk mencapai Osaka dari Tokyo (lupa, manga Doraemon vol. 1-nya udah entah kemana). Kira-kira ya seperti ilustrasi diatas itu. Entah apa yang membuat Sewashi begitu yakin? Akankan hasil pembuahan terhadap Jaiko bisa sama bila terhadap Shizuka? Akankah terlahir Nobisuke (anaknya Nobita) yang sama, yang kelak akan memberikannya Sewashi?

Read the rest of this entry »


Spread Spectrum and Fake Orgasm

Thought & Opinion 15 Comments »

Hedy Lamarr
gambar diambil dari Wikipedia

Kadang, anugerah Tuhan pada makhluknya mucul dalam kombinasi yang aneh. Ketika sedang enak-enak mencari artikel tentang Wireless Communication, salah satunya adalah CDMA, aku menemukan cerita tentang Hedy Lamarr. Dia adalah seorang aktris Hollywood tahun 1940an yang bahkan namanya ikut tertera di Hollywood Walk of Fame. Lah apa hubungannya CDMA dengan aktris Hollywood? Ternyata Hedy Lamarr adalah salah satu penemu dari teknik Spread Spectrum, salah satu kunci bagi teknologi komunikasi wireless saat ini, yang diaplikasikan mulai dari telepon seluler sampai koneksi Wifi intenet. Namun teknologi spesifik yang paling diasosiasikan dengan namanya adalah CDMA.

Waduh.. keren dia, jadi inget masa kuliah dulu, mata kuliah Pengolahan Sinyal Digital, bareng sama anak-anak subjurusan telekomnikasi. Mata kuliah yang.. arrrggghhh pusingnya minta ampun, tingkat kesulitannya melegenda di Elektro Undip. Jumlah peserta kuliahnya pun ratusan, mengingat banyak angkatan tua yang ngulang karena gagal. Dan setelah jungkir balik, ngulang, ikut SP, dll… akhirnya sujud syukur bisa lulus juga dengan nilai… C. :D Ya ampun.. berarti aku kalah nih sama aktris seksi itu.
Read the rest of this entry »


Healthy Smoker? yeah right…

Thought & Opinion 26 Comments »

spanduk

Oke, boleh bilang aku apatis, tapi judul diskusi panel itu terdengar mirip dengan : “Bagaimana cara membakar rumah tapi jangan sampai hangus” atau “Bagaimana mencuri tapi tidak dosa” atau “Bagaimana menumbuhkan jerawat sebanyak-banyaknya, tapi tetep ganteng” dan sebagainya. Lho, bukannya perokok itu orang dewasa? (kalo perokok anak, itu abuse, lain cerita). Perokok kan orang yang cukup sadar kalo rokok itu berbahaya? Bukankah rokok itu killing me softly? Bukannya itu sudah rahasia umum? Bukannya merokok itu pilihan? Memilih untuk menikmati rokok, dengan mengambil resiko mengorbankan kesehatannya sedikit demi sedikit.

Daripada “How to be Healthy Smoker” aku lebih menantikan diskusi panel “How to be Properly Behaved Smoker“. Sebab sebagai bukan perokok, kamilah yang sering dirugikan oleh asap rokok orang lain. Jadi biar perokok itu nggak mengajak teman untuk menemaninya kelak di bangsal rumah sakit bagian kanker paru2. Wong di ruang tunggu ber-AC kok ngrokok, wong kumpul2 bareng teman2 non perokok kok ya kebal kebul sendirian, wong ada bayi atau mbah2 yang berdekatan kok ya nekat. Kalau merokok lihatlah sekeliling dulu oi…
Read the rest of this entry »


Hak Absolut untuk Amarah

Thought & Opinion 13 Comments »

demo ps3

Aku ini bukan orang yang terlalu concern dengan masalah2 sosial. Bukannya tidak memperhatikan, tentu saja memperhatikan, tapi ya sebatas itu. Selanjutnya hanya berupa pergulatan-pergulatan opini, atau pencernaan yang tanggung dalam pikiranku. Atau, kalo memang topiknya sedemikian membara, maka jadilah bahan bicaraan (dan guyonan) di kala ngobrol ngalor ngidul bersama teman2.

Tapi bagi sebagian banyak orang, demonstrasi, mungkin adalah salah satu wujud perpanjangan dari opini-opini tadi. Opini yang berbenturan dengan opini dari otoritas yang ada, opini yang tidak menemukan jalan untuk disalurkan, sehingga tumpah. Tumpah dari pikiran, meluber ke jalan-jalan, ke gedung-gedung pemerintahan dan ke halaman pabrik-pabrik. Satu2nya pengalamanku ikut berdemo adalah waktu kelas 1 SMA dulu, tahun 1998, masa ketika “reformasi” adalah kata yang paling populer di Indonesia. Demo yang aku ikutipun adalah berupa demo resmi, serentak dari berbagai instansi di Semarang waktu itu, di mana seluruh murid memang dilibatkan. Aku waktu itu turut membuat spanduk unik ala rakyat, yang memakai koran bekas, dan tanah liat untuk menuliskan kata2nya… ah masa-masa itu :)
Read the rest of this entry »


Satu Liter Air Mata dan Sinetron Indonesia

Crapy Crap!, Movies, Otaku Stuff, Thought & Opinion 227 Comments »

aya ikeuchi
Ikeuchi Aya (gambar diambil dari channel-ai)

Baru saja aku lihat iklan sinetron di RCTI, berjudul “Buku Harian Nayla“, dan gak tahan untuk menulis ini. Cuma butuh waktu 5 detik bagiku untuk menyadari bahwa sinetron ini jiplakan dari Ichi Ritoru no Namida ( 1 リットル�?�涙), sebuah dorama Jepang. Ichi ritoru no Namida (One Litre of Tears) bercerita tentang Aya Ikeuchi, gadis SMU berusia 15 tahun yang menderita penyakit Spinocerebellar Degeneration yang membuat dirinya kehilangan fungsi otak kecilnya. Penyakit Aya ini berkembang sangat cepat dan Aya perlahan namun pasti menghadapi kematian.

Doramanya sendiri menceritakan perjuangan Aya untuk tetap bisa menjalani hidupnya dengan sebaik-baiknya, walaupun halangannya bukan main… apalagi menjelang akhir cerita, ketika penyakitnya semakin parah sehinga untuk berbicara saja dia tak mampu dan harus menggunakan papan kata yang ditunjuk memakai jari untuk berkomunikasi. Pokoknya Dorama ini wajib ditonton bagi yang menghargai hidup, ceritanya bukan mengeksploitasi kesedihan, tapi menginspirasi tentang kehidupan. Oh ya, walaupun berjudul Satu Liter Air Mata, lebih baik siapkan satu botol galon kosong, untuk menampung air matamu ketika menonton dorama ini. Damn! harusnya dorama ini berjudul One Gallon of Tears! :((

Dorama ini mengadaptasi dari sebuah kisah nyata yang dialami oleh Kitou Aya. One Liter of Tears (A Diary of with Tears) adalah judul buku diary yang ditulis oleh Aya. Buku harian ini ditulis oleh Aya Kitou selama ia menghadapi penyakitnya itu, ia terus menulis sampai akhirnya ia tak lagi mampu lagi memegang pena. Buku harian Aya ini kemudian diterbitkan dan banyak menginspirasi orang-orang, baik yang menghadapi penyakit yang sama maupun yang bersyukur masih diberi nikmat kesehatan oleh-Nya. Kabarnya buku ini telah terjual 18 juta copy! Oh iya, buku harian itu diterjemahkan dalam bahasa inggris (still ongoing) oleh Kiwi dan Pye di sini.

one liter of tears
buku one liter of tears (gambar diambil dari Wiki.ThePPN)

Kembali ke sinetron Buku Harian Nayjis tadi, menurut informasi di situs resminya, Cerita dan Skenario ini ditulis oleh Serena Luna. Anjrit! udah mbajak, nggak ngaku pula! Memang, sudah bukan berita baru lagi kalo sinetron itu banyak yang bajakan dari dorama jepang, tapi kali ini kok ya tega banget gitu ya? Hey Serena Luna (siapa sih nama aslimu? dasar ciken!) tahu nggak sih kalau cerita yang kamu bajak itu adalah kisah nyata? Care ngak sih kalau tokoh yang kamu bajak itu bukanlah hasil karangan semata? Ada orang sebenarnya, (yang kini telah beristirahat di alam sana), Ada keluarganya juga, Ada perjuangan yang sesungguhnya, dan ada penderitaan yang sesunguhnya! At least berikan credit ke mereka. Kita harus banyak belajar dari mereka, bukan malah mbajak habis. Kampret kamuh! Kampret SinemArt! Gak usah ditonton! Kesenengen mereka, aku lebih rekomend nonton dvd bajakannya (karena memang ngak tersedia di sini) daripada nonton sinetron bajakannya! >:p
Read the rest of this entry »


Penghujung Ramadhan 1427 H

Genk ONI, Personal, Thought & Opinion 9 Comments »

Idul Fitri, kapan?
Ramadhan tahun ini tinggal sekejap mata akan berlalu. Esok hari adalah hari terakhir kita menikmati sapaan ramadhan tahun ini. Bahkan untuk sebagian saudara kita, besok sudah merupakan Hari Raya Idul Fitri. Dunia maya-pun sudah sangat sepi, ditinggal mudik para penghuninya. Aku sendiri berencana mudik hari H (selasa) nanti. Aku juga tidak ikutan pusing menentukan apakah Idul Fitri ini jatuh senin atau selasa.. berhubung mushalla depan rumah saya merayakan Idul Fitri-nya hari selasa, ya saya ikut saja. Bukannya tidak peduli, tapi what’s the point kan? Tentu bagi masing2 pihak bisa berjuta alasan bisa disampaikan. Maaf, saya orang awam dalam hal beginian. Kalau saya mau beralasan ya.. karena saya mengikuti ulil amri yang malam ini telah menetapkan bahwa 1 Syawal 1427 H adalah 24 Oktober 2006 M.

Btw, yang lebih penting…
Yang lebih penting memaknai ramadhan kali ini, yang lebih penting bersyukur masih bisa dipertemukan dengan ramadhan, yang lebih penting berusaha agar ramadhan ini membuat kita lebih baik, yang lebih penting kerendahan hati berharap bertemu ramadhan kembali, yang lebih penting membuka hati menyambung silaturahmi, yang lebih penting berharap maaf dari sesama, yang lebih penting memaafkan dengan setulus hati, yang lebih penting berharap dengan keihklasan untuk kembali suci. Bukankah esensi Idul Fitri itu kembali ke suci?
Kalau aku, aduh… kok masih jauuuuuuuuh ya. :-(

Buka Bersama, malam ke 29
Buka bersama terakhir bagiku untuk Ramadhan tahun ini, bersama Genk ONI! Dengan koordinator Vandi, aku tinggal terima enaknya saja. Kumpul di rumahku, sebelum akhirnya pergi makan ke luar. Sudah sekian lama juga beberapa dari kami tidak berjumpa, banyak yang sudah di luar kota sekarang. Beberapa ada yang tidak bisa datang, seperti Amed yang sedang tugas di Cilacap, memastikan layanan salah satu operator seluler tetap lancar. Lebih tragis lagi Kuncoro, sedang mudik mau ke Semarang, belum juga tiba di rumah, baru sampai Salatiga, sudah di-call untuk tugas ke daerah lagi. Ampun.. jadi engineer junior memang sux. Ah, tapi bukankah bekerja itu juga ibadah?
Read the rest of this entry »



Boku Baka Blog © 2005-2008 Budiyono, Powered by Wordpress and modified GlossyBlue Theme
Ayanami Rei character and Nerv logo is courtesy of Gainax.
Entries RSS Comments RSS