kimi to iu hana

Curhat Colongan, Personal Comments Off

kimi to iu hana

di sini, sudah lama sekali tak ada bunga, aku sampai lupa kapan terkahir kali ada. kalaupun dulu ada, dengan kebodohanku, ia takkan bisa lama, betapapun aku ingin merawat, melindungi dan menumbuhkannya. eh sekarang tiba-tiba saja ada di sana, sederhana namun begitu mempesona.

mungkin tak akan selamanya, namun sungguh aku berterima kasih. kalaupun nanti tak ada lagi di sini, setidaknya aku takkan melepaskan pandangan mata ini sampai hari itu terjadi. :)


Jakarta Seminggu

Personal, Travel 13 Comments »

Berhubung load kerjaan, jadinya lamaaaaaa banget nggak ngisi blog wagu ini, daripada blog ini masuk kuburan dan aku rugi sudah bayar hostingnya, mending ngisi sepatah dua patah kata lah..

Ah.. Datang lagi Jakarta. Terakhir aku Ke Jakarta awal-awal tahun lalu, aku sering bolak-balik Jakarta buat interview kerjaan. Berhubung masih pengangguran, perjalanannyapun seperti orang nggak kopen, jalan pakai kereta semaleman, mandi pagi di stasiun, nginep mengandalkan kos-kosan teman dll.. Tapi kali ini laen, Kali ini perjalanan kerja, jadi segala sesuatunya terurus. Pesawat sudah direserve, hotel sudah disediakan, dan transportasi dalam kotapun dijamin. :d

BSCI
Tujuan utama ke Jakarta kali ini sih network training, materinya BSCI (Building Scalable Cisco Internetwork), salah satu modul dalam CCNP (Cisco Certified Network Professional). Sedikit over the head buatku.. lha wong CCNA (Cisco Certified Network Associate) juga belum :d Materinya banyaaaak… teorinya berjibun.. bukunya gede, bisa dipakai buat angkat beban, dijelaskannya berjam-jam, tapi begitu diimplementasikan di lab paling2 tiap materi cuma 10 menit kelar. :d Berhubung berurusannya cuma router-router dan layar konsol putih pucat-nya Hyper Terminal, maka sampai lupa deh ngambil skrinsyut.. :d Untungnya seperti sudah kuduga… banyak temen-temen peserta yang juga suka anime.. mayan selama training bisa ngutil2, thanks ya!

Read the rest of this entry »


Lumayan, Bisa Mejeng!

Personal 34 Comments »

mejeng

Kata nenek saya dan ustad-ustad bijaksana yang sering saya lihat di tv, setiap kejadian pasti ada hikmahnya yang bisa diambil. Begitu pula kejadian kali ini, ada tukang kopi paste yang membajak tulisanku. Duh mas/mbak, salut deh, kalo kopi paste kok nggak tanggug-tanggung, sekalian smiley dan gambarnya pun di hotlink. ck.. ck.. Hikmahnya… saya jadi bisa mejeng foto di blognya orang.
Sik asik.. \:d/ kapan lagi bisa promosi muka di blognya orang? :)) Ayo buruan ke sana!! Dan jangan lupa sediakan ember muntah secukupnya.
hehehehe…


Such Sad Creatures

Personal 13 Comments »

ikari

Commander Ikari is a real asshole, we all know that fact. But today, for some reason, I found that his words above are might be true. If you do not agree now, maybe you’ll agree later…

Picture taken from Evangelion manga, Stage 29 : The Gravestone

Akibat Terlalu Ngebut

Asal Posting, Personal 12 Comments »

banned

Terlalu bernafsu ternyata berdampak buruk bagi kesehatan anda! Buktinya bisa dilihat di gambar atas itu. Terpaksa puasa dulu deh.. ah tapi.. there’s a will there’s a way! >:) Dan selain itu, untunglah masih ada server file hosting kesayangan rakyat Indonesia semuanya… Ketika yang lain mengecewakan hatiku, ketika yang lain tega mentelantarkanku, kau masih setia ada di sana.. bertahan walau current-traficmu mengerikan.. :D

*elus-elus server GudangUpload Sudirman*


Mbah Ginem menanti kantuk

Loenpia[dot]Net, Personal 13 Comments »

mbah ginem

Ketika aku menghampirinya dan meminta untuk mengambil gambarnya, dia segera saja menjadi gugup dan bingung, Waduh, kula kedah pripun niki mas? potone ten pundi? Perlu beberapa saat untuk menjelaskan keadaan saat ini, bahwa akulah pihak yang butuh, akulah yang seharusnya bersifat “menghamba” pada saat itu.

Namanya saat masih bocah adalah Ginem, namanya setelah menikah menjadi Prawiro Ginem. Pekerjaan sehari-harinya, atau mungkin bisa dibilang hidupnya, adalah berjualan umbi-umbian dan bumbu-bumbu di Pasar Bulu Semarang. Saat kutemui dia tengah asyik mengupas kulit kacang tanah, padahal waktu itu sudah lewat jam 10 malam. Ngantos jam pinten mangke nguliti kacangipun mbah? “Wah nggih sakngantuke mripat mas, mangke nek wis ngantuk nggih garek nglekar…” Yang dimaksud tempat nglekar-nya mbah Ginem itu juga di los tempat duduknya saat ini, di sebelahnya salah seorang temannya sesama pedagang telah terlebih dulu tertidur.

Mbah Ginem sudah tak ingat lagi berapa usianya, menurutnya kira-kira sudah 90an tahun. Dia juga sudah tak ingat lagi, sejak kapan ia mulai berdagang di Pasar Bulu ini. Menurutnya dia sudah berjualan di pasar ini, bahkan sejak nama pasarnya belum Bulu. Rumiyin mriki naminipun Pasar Seng mas, demikian ia menjelaskan. Aku sendiri malah baru tahu…
Read the rest of this entry »


Boku Baka Blog © 2005-2008 Budiyono, Powered by Wordpress and modified GlossyBlue Theme
Ayanami Rei character and Nerv logo is courtesy of Gainax.
Entries RSS Comments RSS