Lumayan, Bisa Mejeng!

Personal 34 Comments »

mejeng

Kata nenek saya dan ustad-ustad bijaksana yang sering saya lihat di tv, setiap kejadian pasti ada hikmahnya yang bisa diambil. Begitu pula kejadian kali ini, ada tukang kopi paste yang membajak tulisanku. Duh mas/mbak, salut deh, kalo kopi paste kok nggak tanggug-tanggung, sekalian smiley dan gambarnya pun di hotlink. ck.. ck.. Hikmahnya… saya jadi bisa mejeng foto di blognya orang.
Sik asik.. \:d/ kapan lagi bisa promosi muka di blognya orang? :)) Ayo buruan ke sana!! Dan jangan lupa sediakan ember muntah secukupnya.
hehehehe…


Such Sad Creatures

Personal 13 Comments »

ikari

Commander Ikari is a real asshole, we all know that fact. But today, for some reason, I found that his words above are might be true. If you do not agree now, maybe you’ll agree later…

Picture taken from Evangelion manga, Stage 29 : The Gravestone

Akibat Terlalu Ngebut

Asal Posting, Personal 12 Comments »

banned

Terlalu bernafsu ternyata berdampak buruk bagi kesehatan anda! Buktinya bisa dilihat di gambar atas itu. Terpaksa puasa dulu deh.. ah tapi.. there’s a will there’s a way! >:) Dan selain itu, untunglah masih ada server file hosting kesayangan rakyat Indonesia semuanya… Ketika yang lain mengecewakan hatiku, ketika yang lain tega mentelantarkanku, kau masih setia ada di sana.. bertahan walau current-traficmu mengerikan.. :D

*elus-elus server GudangUpload Sudirman*


Mbah Ginem menanti kantuk

Loenpia[dot]Net, Personal 13 Comments »

mbah ginem

Ketika aku menghampirinya dan meminta untuk mengambil gambarnya, dia segera saja menjadi gugup dan bingung, Waduh, kula kedah pripun niki mas? potone ten pundi? Perlu beberapa saat untuk menjelaskan keadaan saat ini, bahwa akulah pihak yang butuh, akulah yang seharusnya bersifat “menghamba” pada saat itu.

Namanya saat masih bocah adalah Ginem, namanya setelah menikah menjadi Prawiro Ginem. Pekerjaan sehari-harinya, atau mungkin bisa dibilang hidupnya, adalah berjualan umbi-umbian dan bumbu-bumbu di Pasar Bulu Semarang. Saat kutemui dia tengah asyik mengupas kulit kacang tanah, padahal waktu itu sudah lewat jam 10 malam. Ngantos jam pinten mangke nguliti kacangipun mbah? “Wah nggih sakngantuke mripat mas, mangke nek wis ngantuk nggih garek nglekar…” Yang dimaksud tempat nglekar-nya mbah Ginem itu juga di los tempat duduknya saat ini, di sebelahnya salah seorang temannya sesama pedagang telah terlebih dulu tertidur.

Mbah Ginem sudah tak ingat lagi berapa usianya, menurutnya kira-kira sudah 90an tahun. Dia juga sudah tak ingat lagi, sejak kapan ia mulai berdagang di Pasar Bulu ini. Menurutnya dia sudah berjualan di pasar ini, bahkan sejak nama pasarnya belum Bulu. Rumiyin mriki naminipun Pasar Seng mas, demikian ia menjelaskan. Aku sendiri malah baru tahu…
Read the rest of this entry »


Boku no hajimete nomikai

Personal 3 Comments »

sake

Thank you Yanai and Adi for the sake. Finally after one month of waiting, it’s finally here, straight from Japan. :d Yeah the package could be deceiving, it’s like a regular box of milk if we just look it at a glance, but actually it’s truly a sake. But of course it’s better than none, because If Yanai brought us bottled sake, than it certainly won’t pass the airport checking :p

Sake’s flavor is so much stronger than Bali’s Brem that I had recently. It taste sweet and bitter at the same time, and it’s hot! From the first time it touch my tongue until it run through my throat, come down to my stomach, I could feel it’s all burning inside @-). To accompany the sake, we had rice cookies and.. cola, just in case I need to “fix” my tongue back :))

After the nomikai, I went to a friend’s house for some errands, and before that, to neutralize the sake, I bought.. two bottles of strawberry milk at local mini market! hehehe… yeah, you may call me sissy boy! :p Aah.. sake, although it’s awesome, but I think I’ve had enough. Next time, just give me Japanese cola instead! :d


You know you’ve been addicted to Japan, when…

Personal 21 Comments »

makanan jepang

Berikut ini adalah tanda-tanda bahwa kau sudah kecanduan Jepang :

Tanda nomor : Gejala-gejala :
517 Kau memilih restauran jepang, walaupun itu fast-food, padahal banyak restauran, warung dan warteg yang lebih sesuai dengan lidahmu.
518 Kau memesan menu berdasarkan namanya, semakin terdengar jepang, kau pikir semakin enak.
519 Kau nekat memaksa memakai sumpit walau kesusahan, padahal disediakan sendok juga.
520 Kau rela dan ikhlas membayar Rp. 34.500,- hanya untuk setengah mangkuk nasi, sepotong ayam, 4 udang, sekotak teh kemasan, dan rajangan sayur nggak jelas dengan saus yang rasanya aneh.
521 …and you stupidly write this stupid thing on your stupid blog, so everyone knows you’re stupid, but you stupidly think that it doesn’t matter anymore whether people think you’re stupid or not, as long as it has something to do with Japan. :d

Stasiun Gambir, 05 Maret 2007


Boku Baka Blog © 2005-2008 Budiyono, Powered by Wordpress and modified GlossyBlue Theme
Ayanami Rei character and Nerv logo is courtesy of Gainax.
Entries RSS Comments RSS